SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 masih akan mempertanyakan kepada para penambang yang melakukan penambangan di Dusun Dangilo, Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga terjadi blow out sumur D-02 Sabtu (24/11/2014) lalu.
Legal and Relations Pertamina EP Asset 4, Sigit Dwi Aryono , mengatakan, sumur yang mengalami semburan liar berada di bawah pengelolaan KUD Usaha Jaya Bersama. Pihaknya masih mempertanyakan secara pasti penyebab blow out karena status sumur tersebut sedang dikelola penambang.
“Mungkin saja blow out terjadi karena tekanan dari dalam sumur,” ujarnya.
Sigit menyatakan, semburan liar telah terjadi kurang lebih 3 kali dalam jangka waktu satu tahun. Tidak tahu secara pasti apakah menyebabkan kerusakan lingkungan, pihaknya mengklaim telah membantu pemasangan oil boom untuk melokalisir cairan yang keluar.
“Kami sudah memberikan teguran kepada KUD yang bersangkutan untuk memperhatikan aspek pekerjaan,” sergahnya.
Dia menegaskan, KUD Usaha Jaya Bersama telah menutup lubang sumur yang mengeluarkan semburan liar, dan menonaktifkan segala macam kegiatan di lokasi sumur. “Sumur di Kecamatan Kedewan ada sekitar 200 yang dikelola KUD, kami berharap tidak ada lagi peristiwa blow out ini,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi A, DPRD Bojonegoro, Sugeng Hari Anggoro, menegaskan, akan memanggil Pertamina EP Asset 4 selaku KKKS yang membawahi WKP sumur tua untuk memberikan jawaban atas pertanggunjawabannya selama ini terhadap kerusakan lingkungan akibat blow out.
Sugeng mengancam, jika Pertamina EP Asset 4 meremehkan undangan dari DPRD nantinya dengan mendatangkan staf bukan pejabat terkait, maka pihaknya kaan merekomendasikan penutupan Sumur Tiung Biru (TBR). (rien)