SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur sejak, Rabu (26/12/2012) lalu, menghentikan aktivitas proyek pengurukan lokasi proyek engineering procuremen and construction (EPC)-5 yang dikerjakan konsorsium PT Hutama Karya – PT Rekayasa Industri (Rekind), kontraktor operator ladang migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL).
Informasi yang dihimpun SuaraBanyuurip.Com dari sekitar lokasi EPC-5 menyebut, dihentikannya aktivitas pengurukan yang dilakukan PT Rekind-Hutama Karya (HK) di lokasi EPC-5 itu karena belum diwujudkannya jalan alternatif warga yang menuju sawah sepanjang 4 x 300 meter yang dijanjikan MCL.
Kepala Desa Bonorejo, Siti Rokayah, mengatakan, dihentikannya aktifitas pengerjaan pengurukan lokasi EPC-5 oleh warga itu disebabkan janji MCL membangunkan jalan peralihan, sebagai pengganti jalan menuju sawah sampai sekarang belum terwujud.
“EPC-5 sudah aktivitas di Bonorejo, Mas. Tapi, untuk sementara dihentikan warga. Soalnya, jalan satu-satunya yang dipakai aktivitas warga ke sawah ditumpuki limestone. Jadinya warga tidak bisa lewat, sehingga aktifitas dihentikan warga mulai hari Rabu (26/12/2012) kemarin,” kata Siti Rokayah, Sabtu (29/12/2012).
Jika ingin proyek tersebut kembali lancar, jelas Siti Rokayah, segera koordinasi dan MCL segera terwujudnya jalan peralihan tersebut. “Kalau jalan peralihan belum terwujud, tetap tidak boleh ada aktivitas proyek EPC-5 di Dukuhan Sukorejo (Puduk),” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Humas PT Rekind, Herman Susatyo, upaya dikonfirmasi SuaraBanyuurip.Com melalui pesan pendek, Sabtu (29/12/2012), terkait hal itu hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban. (sam)