SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pantai selalu menjadi salah satu tempat tujuan berlibur karena memiliki pemandangan indah. Namun jika tidak berhati-hati tempat nan indah itu bisa menjadi malapetaka dan mengancam jiwa.
Seperti yang dialami Solikin (45), warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang terjebak air laut pasang ketika berlibur tahun baru 2013, Selasa (1/1/2013). Meski tidak sampai memakan korban, namun terjebak dalam air laut pasang membuatnya panik.
Peristiwa itu bermula saat Solikin sedang menikmati pemandangan pantai di kawasan Terminal Baru, Tuban. Dia bepergian mengendarai mobil taft nya menuju pantai. Pertama kali masuk, pria ini mendapati air laut dalam keadaan surut.
Karena tertarik pemandangan Pantai dilokasi itu, Solikin kemudian memarkirkan mobilnya hanya sekira 300 meter dari bibir pantai. Kemudian ia keluar dari mobil untuk menikmati pemandangan laut.
Solikin pun terlihat asik menikmati pemandangan pantai yang menkajubkan tanpa dia sadari gelombang pasang mulai datang. Perlahan ombak semakin maju dan sedikit demi sedikit memenuhi batas yang digunakan Solikin untuk memarkir mobilnya.
Melihat kondisi itu Solikin tersentak dan berupaya menjalankan kendaraannya. Namun upaya itu terlambat. Sebab setelah mesin dihidupkan, ban mobilnya justru terperangkap kedalam pasir bercampur air dan lumpur. Praktis, kondisi ini membuat mobil semakin dalam terendam air laut hingga setengah meter lebih.
“Saya panik karena datang sendiri, beberapa orang bahkan membantu mendorong mobil ini keluar tapi tidak bisa,” kata Solikin saat dilokasi.
Merasa usahanya sia-sia, Solikin kemudian menghubungi mobil derek untuk meminta pertolongan. Hasilnya, meski dengan susah payah mobil bisa dievakuasi dengan waktu 3 jam lebih.
“Sulitnya evakuasi karena kondisi air laut bercampur pasir lumpur,” ujar salah satu petugas derek. (edp)