Dihantam Banjir, Jalan Temlokorejo – Kaliglonggong Putus

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Blok Cepu, Rabu (2/1/2012) sejak sore hingga malam, telah mengakibatkan saluran air sekitar proyek engineering, procurement and construction (EPC) -1 Banyuurip rusak parah. Dampaknya, jalan warga yang menghubungkan antara Dusun Temlokorejo – Kaliglonggong, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur terputus.

Terputusnya jalan tersebut karena saluran air yang berada disekitar lokasi Well Pad C Banyuurip itu tidak mampu membendung derasnya air hujan dijalan tersebut.

Hasil pantauan SuaraBanyuurip dilapangan menyebutkan, terputusnya jalan yang rencananya akan diganti dengan jalan alternatif itu membuat aktifitas warga di Dusun Temlokorejo – Kaliglonggong tersendat. Sebab warga didua dusun itu harus memutar melewati jalan perempatan Pasar Desa Gayam untuk bisa sampai ke Kaliglonggong atau sebaliknya.

Warga Dusun Temlokorejo, Faizul, mengatakan, hujan deras itu turun mulai sekira jam 15.30 WIB hingga jam 22.00 WIB. Akibatnya, saluran air tidak mampu mengalirkan air dengan lancar sehingga menerjang jalan yang menghubungkan Dusun Temlokorejo – Kaliglonggong hingga putus.

Baca Juga :   Persibo Terancam Bermain Diluar Kandang

“Airnya mengalir deras sekali. Karena salurannya tidak maksimal air kemudian menghantam jalan ini,” kata Faizul menerangkan saat ditemui dilokasi putusnya jalan penghubung dua dusun itu.

Dia mengungkapkan,  jalan yang putus tersebut nanti akan ditutup dan dibuatkan jalan alternatif. Namun, saat ini jalan yang menjadi penghubung Dusun Temlokorejo – Kaliglonggong itu belum dipagar sebelum jalan alternatif itu dibuatkan.

“Sehingga jalan ini masih tetap digunakan warga Temlokorejo-Kaliglonggong,” sergah Faizul.

Karena terputusnya jalan penghubung tersebut, lanjut Faizul, warga Dusun Kaliglonggong yang ingin ke Temlokorejo atau sebaliknya warga Temlokorejo yang ingin ke Kaliglonggong terpaksa harus memutar melalui jalan perempatan Pasar Desa Gayam dengan jarak tempuh yang lebih jauh yakni sekira satu kilo meter.

“Sementara, jika meliwati jalur yang putus itu hanya sekira 400 meter,” tegas Faizul.

Dia berharap, perusahaan segera membenahi saluran air dan jalan yang putus sebelum air meluber kemana-mana jika hujan deras kembali turun.

“Intinya, sebelum jalan alternatif dibuatkan warga tetap lewat jalur yang putus ini. Selama jalan alternative belum jadi warga minta jalan ini tidak boleh dipasang pagar,” pungkas Faizul. (sam)

Baca Juga :   Wartawan Bodrex Merajalela di Lamongan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *