SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Hujan deras yang mengguyur kawasan Lapangan Banyuurip Blok Cepu, Rabu (2/1/2013) sore hingga malam kemarin, bukan hanya memutus jalan penghubung Dusun Temlokorejo – Kaliglonggong, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Namun juga mengakibatkan lahan pertanian warga terendam banjir.
Salah satunya lahan milik warga Desa Mojodelik. Ada sekira tiga hektar lebih lahan milik warga yang tergenang. Â Lahan tersebut diantaranya terdapat tanaman jagung, kacang ijo, kedelai, dan padi.
 “Lahan itu kini berubah menjadi danau,” kata Kepala Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Sandoyo kepada SuaraBanyuurip, Rabu (3/1/2013) pagi tadi.
Dia menjelaskan, lahan yang kini berubah menjadi danau itu milik lima warga yang letaknya sebelah selatan well Pad A. Hanya saja, petinggi desa ring 1 sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu, itu mengaku tidak hafal  siapa lima warga pemilik lahan tersebut.
“Saya masih koordinasi dengan perangkat untuk memastikan itu lahan milik siapa. Yang jelas lahan yang terendam banjir itu milik warga saya,†tegas Sandoyo.
Sandoyo mengungkapkan, banjir di wilayahnya itu baru terjadi sekarang ini. Yakni sejak adanya proyek engineering, procurement and construction (EPC) untuk pengembangan penuh lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu.
 “Dulu sebelum ada proyek air dari kawasan situ langsung mengalir ke Kali Bangi. Karena Kali sekarang ditutup untuk kepentingan proyek akhirnya jadi begini,” pungkas Sandoyo menerangkan. (sam)