BPD Tuban Belum Aktif, Banjir Ditangani Bakesbangpol Linmas

banjir Tuban

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Penanganan banjir disejumlah Kecamatan yang ada di Tuban, Jawa Timur masih dilakukan Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas) Tuban. Pasalnya, hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Tuban yang direncanakan mulai aktif Januari 2013 belum bekerja atau aktif secara kelembagaan.

“BPBD Tuban belum aktif secara kelembagaan, jadi penanganan masih dilakukan Kesbangpolinmas,” ungkap Kasi Perlindungan Masyarakat Saefiuddin saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Ditanya tentang belum aktifnya BPBD Tuban dalam penanganan banjir, menurut Saefiuddin, adalah kewenangan Bupati.  Bakesbangpol Linmas hanya menjalankan tugasnya, termasuk diantaranya melakukan penanganan bencana banjir yang melanda di Tuban saat ini sebelum BPBD berfungsi secara kelembagaan.

“Kalau itu kewenangan bupati mas,” tambah Saefiuddin yang saat itu mengaku sedang berada disalah satu desa yang mulai tergenang banjir.

Namun pernyataan tersebut berbeda dengan yang disampaikan kepala bagian (Kabag) Humas dan Media Pemkab Tuban, Jony Maryoto, beberapa waktu lalu, yang mengatakan BPBD Tuban akan mulai beroperasi pada awal Januari 2013 ini.

Baca Juga :   Warga Tuntut Reorganisasi Pemsimas

Dikonfirmasi, Joni Martoyo membenarkan penanganan banjir masih dilakukan Kesbangpolinmas. Dengan alasan BPBD saat ini masih dalam tahap persiapan dan transisi untuk bisa aktif secara kelembagaan. Termasuk diantaranya dengan mempersiapkan kantor, posisi anggota dan beberapa kelengkapan lain.

“Kita usahakan secepatnya,” jawab Joni tanpa menyebutkan kepastian aktifnya lembaga penanganan bencana daerah tersebut.

Informasi yang didapat, banjir di Tuban menerjang sebagian areal persawahan di Kecamatan Rengel, Kecamatan Soko, dan Kecamatan Plumpang. Selain itu, beberapa sekolah seperti Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel dan beberapa rumah penduduk yang ada di Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel terendam dibawah lutut orang dewasa.

Saat ini, ketinggian air di Bengawan Solo yang ada di Tuban mencapai 10,44 dibawah permukaan laut (dpl). Luapan air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu juga menggenangi jalan yang ada di Desa Ngadirejo, Karangtinoto, Kanorejo, dan Tambakrejo Kecamatan Rengel sepanjang 500 meter. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *