SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur minta agar pembangunan tambat labuh untuk nelayan di Kecamatan Palang disesuaikan dengan Grand Desain yang telah ditentukan ditempat teresebut. Pernyataan ini menyusul adanya permintaan nelayan Palang agar diberi kompensasi berupa tambat labuh dari operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL).
“Kalau memang jadi dibuat tambat labuh untuk nelayan, kami minta agar disesuaikan dengan desain yang telah kita buat,†ungkap Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Tuban, M Amenan saat ditemui SuaraBanyuurip dikantornya, Rabu (9/1//2013).
Dalam desain yang dibuat itu, perairan yang ada di kecamatan ini akan dibuat dan dikembangkan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI). Dalam data, satu PPI akan diletakkan di Desa Glodog yang tersambung dengan Desa Palang Kecamatan Palang. Serta satu PPI akan diletakkan di Desa Karang Agung, Kecamatan Palang.
Dengan desain tersebut kepentingan nelayan di Kecamatan yang rencana menjadi pusat proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) 2, 3 dan 4 Banyuurip, Blok Cepu itu dapat tersampaiakan. Sebab sesuai peraturan daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2012, Kecamatan Palang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Tuban yang masuk dalam wilayah pengembangan perikanan tangkap selain Kecamatan Bancar.
“Jangan sampai keluar dari Grand Design yang telah dibuat. Agar kepentingan nelayan terwujud,†tambah Amenan.
Amenan mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta MCL untuk mensingkronisasikan program. Sedang untuk kewenangan pemberian bantuan, itu adalah murni kewenangan dari perusahaan yang memberi bantuan. Hanya saja dalam kapasitas ini Dinas Perairan dan Kelautan sekadar memberi masukan dengan menjelaskan peta tentang kebutuhan nelayan yang ada di Kecamatan Palang.
Informasi yang diperoleh dari Dinas Perairan dan Kelautan Tuban, MCL telah memberi bantuan kepada nelayan berupa tambat labuh sepanjang 125 meter di Desa Glodog. Namun diharapkan MCL juga meneruskan pembangunan tambat labuh sehingga bisa mencapai sepanjang 290 m2 agar tersambung dengan Desa Palang sesuai desain yang ada.
“Kami harap MCL bisa membangunkan sisanya,†pungkas Amenan.
Seperti diberitakan sebelumnya, MCL mengaku sudah mendapat usulan dan masukan terkait permintaan nelayan dengan dibuatkannya tambat labuh didesa nelayan tersebut untuk kedua kalinya. Fild Public and Government MCL, Rexy Mawardijaya, mengaku, saat ini perusahaan tengah melakukan pembahasan dengan Bappeda maupun beberapa instansi terkait.
“Kami sudah menerima usulan itu mas, saat ini kita sudah membicarakan ini dengan Bappeda terkait masukan ini,†jawab Rexy melalui Blackberrry messenger yang dikirim kepada wartawan media ini pada 19 Desember lalu. (edp)