SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sedikitnya 20 lubang jalan ditemukan di Jalur Pantura, wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kondisi tersebut sangat rawan menimbulkan terjadinya kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas).
Pantauan Suara Banyuurip, keberadaan lubang di tengah jalan tersebut tidak beraturan. Serta banyak yang berada tepat di tengah jalan. Rata-rata dengan diameter hingga 60 cm serta kedalaman 10 cm.
“Kondisi jalan ini sudah rusak lama,” ungkap Muryati (35), warga yang ditemui di Desa Purworejo, Kecamatan Jenu, Tuban, Jumat (11/1/2013).
Akibatnya, warga kerapkali menolong beberapa pengendara yang sempat terjatuh ditempat tersebut. Saat ditanya, mereka mengaku tergelincir karena ban kendaraan mereka masuk kelubang. Dan membuat stir mereka oleng hingga terjatuh.
“Apalagi kalau pengendara itu belum pernah melewati jalan ini,” tambah perempuan ini.
Kerusakan lain, pada beberapa titik jalan yang bergelombang. Serta banyaknya gundukan-gundukan kecil yang berada dibeberapa bagian jalan, menjadi pemicu lain kecelakaan ditempat tersebut. Karena lubang dan gundukan jalan tersebut hampir merata pada jalan yang melewati Desa Purworejo, Desa Temaji, Desa Mentoso, serta Desa Beji, kesemuanya berada di Kecamatan Jenu.
Lainnya, di jalur tersebut sedang ada perbaikan jalan sejak beberapa bulan lalu. Tapi hingga saat ini, belum mengubah kondisi dan keadaan jalan yang ada disekitar kawasan tersebut. Bahkan kerapkali menjadi pemicu kemacetan, karena beberapa titik tidak bisa dilewati akibat aktivitas ini.
Dikonfirmasi, Kepala Pengerjaan Umum (PU) Choliq Chunasih mengatakan saat ini sedang ada pengerjaan perbaikan pada jalur nasional tersebut. Tapi ditangani oleh PU Bina Marga Surabaya. Choliq menyarankan agar menanyakan langsung kepada instansi terkait, karena lebih mengerti tentang persoalan itu.
“Coba tanya ke UPT Bina Marga yang ada di Tuban,” jawab Choliq kepada Suara Banyuurip. (edp)