SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pagiyar (31), preman kampung asal Desa Mojodelik, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dibekuk jajaran Polsek Parengan, karena telah menghajar Gendut Wijayanto (27), warga Desa Brangkal hingga babak belur, Senin (13/1/2013). Pelaku menghajar korban karena tidak mau memberikan uang sebesar Rp20 ribu.
Penganiayaan itu terjadi saat korban melintas di Jalan raya Parengan menuju Soko dengan menggunakan motor S 2235 FF. Ketika sampai di Desa Mojomalang, Kecamatan Parengan, tepatnya ditengah jalan, korban menghentikan laju kendaraannya dan memarkirnya ditepi jalan karena merasa ingin buang air kecil.
“Saat buang air, pelaku kemudian mendatangi korban dan meminta uang sebesar Rp20 ribu,” ungkap Kasubbag Humas Polres Tuban AKP Noersento.
Karena keinginannya tidak dipenuhi korban, pelaku langsung menghajar korban dengan melayangkan bogem mentah sebanyak dua kali diwajahnya. Selain itu pelaku juga sempat menghantamkan batu dikepala korban. Namun beruntung saat itu korban masih mengenakan helmnya.
“Korban dihajar, karena tidak berani melawan. Akhirnya pelaku diberi uang sebesar 8 ribu,” kata Noersento.
Setelah memberi uang sebesar Rp8 ribu, korban kemudian kabur dan langsung melaporkan kejadian penganiayaan ini ke Polsek setempat. Mendengar laporan korban, petugas langsung melakukan pengejaran dan menangkap pelaku tak jauh dari lokasi.
“Pelaku langsung ditangkap malam itu juga, setelah menghajar korbannya,” tambah Noersento.
Saat ini pelaku masih berada di Polsek Parengan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sedang korban diketahui mengalami luka lebam dibagian wajah akibat bogem mentah yang dilayangkan pelaku.(edp)