SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Kepala Desa (Kades) Kemlagi Lor, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur,  Sholikin, diduga telah melakukan hubungan gelap dengan adik sepupunya, Wn (26), hingga hamil 4 bulan. Dugaan itu dikuatkan dari pengakuan korban jika janin yang berada dirahimnya itu adalah hasil hubungannya dengan Sholikin.
Informasi yang dihimpun SuaraBanyuurip, terkuaknya aib itu ketika perut Wn terlihat membesar. Merasa curiga karena status Wn adalah janda, keluarga korban kemudian mendesak Wn untuk mengatakan siapa bapak dari anak yang dikandungnya.
Karena tak bisa menutupi lagi, akhirnya Wn mengaku kepada keluarganya jika janin yang dikandunganya hasil hubungannya dengan Sholikin.
 Mendengar jawaban itu, keluarga dan warga Kemlagi Lor naik pitam. Mereka beramai-ramai mendatangi rumah pelaku untuk meminta kejelasan dan mempertangung jawabkan perbuatannya. Namun keluarga korban tak mendapati pelaku dirumahnya. Diduga Sholikin telah kabur sebelum keluarga korban datang.
Kemudian keluarga Wn memutuskan untuk menunggu pelaku pulang kerumah. Tapi hingga satu minggu ditunggu ternyata Sholikin tidak kunjung pulang. Â Bahkan ketika telepon genggamnya (Telgam) dihubungi nomernya yang biasa dia pakai telah tidak aktif. Akibatnya keluarga korban sulit melacak keberadaan Sholikin.
Karena merasa sudah buntu tak ada jalan keluar dan tak ada itikad baik dari Sang petinggi desa, membuat keluarga korban dan warga semakin emosi. Mereka kemudian beramai-ramai mendatangi Kantor Kecamatan Turi. Mereka menuntut agar camat Turi, Yunan Achmadi, mencopot jabatan Sholikin sebagai kades.Â
“Perbuatan asusila yang dilakukan kades sudah tidak mencerminkan seorang pemimpin. Dia harus meletakkan jabatannya,” ujar salah seorang warga yang turut berdemo dikecamatan.
Pasca kejadian tersebut warga mengaku sudah tidak mau dipimpin kades yang akan mengakhiri jabatannya tahun ini.
Camat Turi, Yunan Achmadi saat dikonfirmasi SuaraBanyuurip melalui sandek hingga berita ini ditulis belum memberikan jawaban. Namun, Sekretaris Camat (Sekcam) Turi, Nursalim, melalui pesan pendeknya mengatakan, dugaan kasus asusila yang dilakukan kades Kemlagi Lor masih sebatas isu.
“Harus dilihat dulu kondisi faktualnya gimana,†ujar Nursalim singkat. (tok)