Bojonegoro Terima Tambahan 17 Dokter

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, menyatakan, sejak tiga tahun terakhir Pemkab Bojonegoro tidak mendapatkan jatah untuk mengangkat Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari pemerintah pusat.

“Kami mengajukan formasi khusus untuk memenuhi kekurangan tenaga dokter,” ujar Suyoto  kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (4/7/2014).

Namun, akhirnya saat ini mendapatkan tambahan 17 tenaga dokter yang baru diangkat dan mendapatkan surat keputusan (SK) sebagai CPNS di lingkup Pemkab Bojonegoro.

Dari 17 tenaga dokter yang diangkat melalui formasi khusus tersebut, tiga orang diantaranya dokter spesialis, dua orang dokter gigi, dan 12 orang dokter umum. Mereka akan disiapkan untuk menjadi tenaga dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe B di Jalan Veteran Kota Bojonegoro. Selain itu, mereka juga akan ditempatkan di sejumlah rumah sakit, dan Puskesmas di Bojonegoro.

“Tambahan 17 tenaga dokter ini akan mengurangi kekurangan tenaga dokter di sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Bojonegoro,” ujar Suyoto.

Suyoto mengatakan, tambahan tenaga dokter ini akan memeratakan jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan. Tenaga dokter sangat diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. 

Baca Juga :   Sindikat Bajing Loncat Pantura Dibekuk Polisi

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Hariono, mengakui adanya kekurangan tenaga dokter, salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sosodoro Djatikoesoemo yang  kekurangan tenaga dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis bedah anak, dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorok (THT), dan dokter spesialis radiologi.

Begitu pula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangan dan RSUD Sumberejo masih kekurangan tenaga dokter spesialis. Selain rumah sakit umum pemerintah, sejumlah rumah sakit swasta yang ada di Bojonegoro di antaranya RSU Aisyiah, RSU Ibnu Sina, RSU Muna Anggita, dan RSU Pemuda.

“Memang kita sangat kekurangan tenaga medis untuk itu,” jawabnya singkat. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *