Perijinan Pipanisasi Sukowati Pad B Belum Tuntas

SuaraBanyuurip.comD Suko Nugroho

Bojonegoro – Rencana pemasangan pipa 10 inci sepanjang sekira 500 meter dari Lapangan Sukowati Pad B ke Pad A, Blok Tuban, belum mengantongi ijin mendirikan bangunan (IMB) dan ijin gangguan (HO). Sebab dari 27 warga terdampak terdapat dua warga yang belum membubuhkan tandatang tangan sebagai salah satu persyaratan memperoleh ijin tersebut.

“Sekarang ini kedua ijin tersebut sedang diproses di Badan Perijinan Bojonegoro. Karena itu kita tadi sudah meminta kepada pak kepala desa untuk membantu melengkapi dua tandatangan yang masih kurang,” kata perwakilan Manajemen Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOB P-PEJ), Yoga S Utama disela-sela sosialisasi rencana pemasangan pipa 10 inci di Balai Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (13/1/2013).

Sementara ini, ijin yang diperoleh operator untuk pemasangan pipa 10 inci dari Sumur Sukowati Pad B di Desa Ngampel ke Pad A di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro itu baru rekomendasi dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Karena lokasi penanaman pipa berada di tanah DPU, bukan lahan milik warga.

Baca Juga :   Harga Minyak Dunia Masih Tinggi, Ini Harga Keekonomian BBM non Subsidi

“Rekomendasi dari PU sudah dikeluarkan 27 Desember 2012 kemarin. Sedangkan untuk analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) telah menjadi satu dalam RKL (rencana kelola lingkungan) dan UPL (upaya pengelolaan lingkungan) tambahan Sukowati yang disahkan 2012 lalu,” papar Yoga.

Kepala Desa Ngampel, Pujianto, menambahkan, dua orang yang belum memberikan tandatangan itu dikarenakan satu orang diantaranya belum menerima uang ganti rugi tanaman tumbuh akibat dampak rencana pemasangan tersebut. Sedangkan satu orang lagi dikarenakan belum bertemu langsung.

“Kita usahakan secepatnya untuk memperoleh tandatangan mereka,” tegas Pujianto dikonfirmasi terpisah dilokasi yang sama.

Untuk diketahui, JOBP-PEJ akan menambah pipa 10 inci untuk menyalurkan minyak mentah dari Sumur Sukowati Pad B ke Pad A. Penambahan pipa itu dikarenakan jumlah sumur produksi di Pad B bertambah. Dari sembilan sumur yang ada, delapan sumur sudah produksi dan satu sumur masih tahap eksplorasi. Sesuai scedul proyek pipanisasi akan dikerjakan dalam waktu sepuluh hari.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   BP Migas Pegang Kendali Pertamina EP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *