SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro–  Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA2B) didapuk sebagai Ketua Koordinator antar LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) atau biasa disebut Non Government Organization (NGO) Club diwilayah Blok Cepu. LSM lokal sekitar ladang migas Banyuurip – Jambaran itu terpilih secara aklamasi disela-sela pelatihan manajemen LSM di wilayah Blok Cepu yang diselenggarakan Mobil Cepu Limited (MCL) bekerja sama dengan Pacivis Universitas of Indonesia di Hotel Agrowisata Batu – Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Ketua LSM Akademika, dari Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Suwarno, mengatakan, dipilihnya LIMA2B yang dipimpin oleh Mugito Citrapati karena dianggap lebih berpengalaman dan dekat dengan masyarakat.
“Kami menilai LIMA2B lebih berpengalaman dalam melakukan kegiatan ditengah kegiatan proyek Blok Cepu,” paparnya kepada Suarabanyuurip.
Dengan begitu, dia berharap akan ada tukar pengalaman dengan NGO lain. Sehingga kedepan diharapkan NGO lokal diwilayah Blok Cepu dapat berkontribusi maksimal.
“Tentunya sesuai bidang masing-masing,” imbuhnya.
Senada juga disampaikan Society Education Centre (SEC), salah satu NGO Lokal Bojonegoro yang bergerak dibidang pendidikan. Ketua SEC, Agus Alim, mengatakan, sangat tepat dipilihnya LIMA2B sebagai sarana sharing program diwilayah Blok Cepu. Baik yang ada di Tuban, Jawa Timur maupun Blora, Jawa Tengah.
“Intinya bisa sebagai transfer knowladge (pengetahuan) dan Chanelling Multy sektoral (jejaring lebih luas) antar NGO,” ucap pria yang juga sedang menempuh magister itu.
Pelatihan Manajemen NGO sendiri itu diikuti 28 LSM dari tiga kabupaten yang menjadi wilayah operasi Mobil Cepu Ltd (MCL) Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur dan Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pelatihan tersebut berlangsung selama seminggu yakni 6 – 12 Januari 2013. Selain itu disepakati setiap kabupaten juga terbentuk koordinator.(roz)