Pemdes Gesing Minta Warga Asli Diberdayakan

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Pemerintah Desa (Pemdes) Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tempat lokasi Nggandul, minta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban memperhatikan warga yang ditinggalkan para pekerja seks komersial (PSK) pasca ditutupnya lokalisasi tersebut. Kerena selama ini warga asli yang hidup dilingkungan tempat prostitusi itu banyak bergantung hidup pada perputaran ekonomi dari bisnis tersebut.

“Setelah lokalisasi ini ditutup, Pemkab Tuban harus pikirkan kelanjutan kehidupan warga asli yang banyak bergantung pada bisnis ini,” ujar Kepala Desa Gesing, Mat Dasim saat ditemui disela-sela pentutupan lokalisasi Nggandul, Selasa (14/1/2013).

Dia menjelaskan, dilokalisasi Nggandul terdapat sedikitnya 300 Kepala Keluarga (KK) yang merupakan warga asli. Selama ini, mereka hidup sebagai mucikari, wanita tuna sususila (WTS) dan beberapa pekerjaan seperti penyedia jasa lainnya . Namun setelah lokalisasi ini ditutup, akan menjadi persoalan baru bagi warga pribumi. Sebab mereka akan kebingungan untuk mencari pekerjaan dan sumber pangan dari bidang lain.

 “Kondisi ini harus juga diperhatikan. Karena kalau mereka tidak diperhatikan, maka tidak menutup kemungkinan akan kembali lagi seperti dulu,” tambah Mat Dasim.

Baca Juga :   Satu Rumah Sekitar Lapangan Gas JTB Hangus Terbakar

Meski begitu, Dasim mengaku, telah menerima dan mendengar beberapa rencana program lanjutan untuk memberdayakan masyarakat di Desa Gesing. Seperti akan dibentuknya sekira tiga Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang diperuntukkan untuk warga, serta beberapa santunan untuk para pedagang dan sebagainya.

Dikonfirmasi, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein berjanji, Pemkab Tuban akan konsisten dan serius mengawal tempat ini selanjutnya. Dia juga menyadari, tantangan terberat pada warga asli yang ditinggalkan para PSK setelah lokalisasi ini ditutup.

“Saya sadar, yang terberat memang bagi warga asli yang ditinggalkan. Karena selama ini bergantung pada jalannya tempat ini,” ungkap Noor Nahar.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *