SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur mensosialisasikan rencana pengalihan usulan program infrastruktur berupa tembok penahan tanah (TPT) menjadi drainase (aaluran air) yang ada di desa setempat, Selasa (15/1/2012).
Kepala Desa (Kades) Mojodelik, Sandoyo, menerangkan, perubahan usulan pemdes Mojodelik itu dilakukan karena saluran irigasi dinilai lebih diperlukan warga ketimbang TPT untuk meinimalisir banjir di wilayah Mojodelik jika terjadi hujan deras.
“Sosialisasi ini bertujuan agar semua yang terkait dan warga bisa mengetahui dan tidak ada miskomunikasi dalam pelaksanaannya nanti,†jelas Sandoyo dalam sosialisasi tersebut.
Sebelumnya, Camat Gayam, Setyo Yuliono, mengatakan, perubahan program dilakukan untuk mensinergikan agar bisa sesuai dengan kondisi yang ada diwilayah desa masing-masing. Selain itu juga memberikan pemahaman pelaku pelaksana program dan warga desa penerima program tidak muncul pemikiran yang negatif dengan peralihan program yang dilaksanakan.
Disamping mensosialisasikan peralihan program usulan, jelas Setyo Yuliono, juga sekaligus untuk mensosialisasikan program pemerintahan karena sebelumnya Desa Mojodelik masuk Kecamatan Ngasem dan sekarang sudah ikut Kecamatan Gayam.
“Karena Kecamatan Gayam sudah berdiri maka segala pengurusan pelayanan warga dan administrasi pemerintahan lain sudah bisa dilakukan. Semisal, selain pelayan warga juga kepengurusan PNPM,” jelasnya.
Perwakilan MCL, Ichwan, mengatakan, MCL tetap mengikuti apa yang terbaik bagi desa penerima program agar dalam pelaksanaannya bisa berjalan lancar sesuai harapan bersama.
“Contohnya, awal usulan TPT sekarang beralih menjadi drainase,” ungkap Ichwan
Sekadar diketahui, sebagai bukti program peralihan usulan Pemdes Mojodelik itu dilakukan penandatanganan brita acara kesepakatan oleh Kades Mojodelik Sandoyo, BPD, Camat Gayam, Setyo Yuliono, Perwakilan MCL Ichwan dan RT desa setempat. Tampak hadir dalam sosialisasi itu Team Leader LSM Farabi, Syukur Sugeng Apriwiyanto, yang mendampingi program. (sam)