SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kepolisian Resor Bojonegoro, Jawa Timur, akan menarik personelnya dari lokasi Objek Vital Nasional atau Obvitnas untuk membantu pengamanan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), Rabu (17/4/2019).Â
Penarikan personel ini dikarenakan Polres Bojonegoro kekuarangan tenaga keamanan untuk menjaga tempat pemungutan suara (TPS)
“Sehingga ada beberapa personel yang kita tarik dari lokasi Obvitnas,” kata Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, kepada suarabanyuurip.com, Senin (15/4/2019).
Dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan operator minyak dan gas bumi (migas) yang beroprasi di Bojonegoro agar penebalan keamanan dikerahkan satpam atau security sebagai pengganti tenaga polisi.Â
“Kita sudah koordinasi, ada tenaga satpam yang gantikan kita disana,” tegasnya.
Pengamanan Pemilu di Bojonegoro melibatkan 709 personel yang disebar di 4572 TPS. Jumlah personil yang menjaga menyesuiakan kondisi masing-masing TPS.
“Tergantung tingkat karawanan dan kondisi geografis,” tandasnya.
Untuk TPS dan geografis yang rawan ditempatkan antara 2-3 orang personel. Tiga personel menjaga 8, 18, bahkan sampai 20 TPS.Â
Dari pemetaan yang dilakukan Polres, untuk wilayah rawan sesuai geografis ada di Kecamatan Kedungadem, Tambakrejo, Ngambon, Ngasem dan Ngraho.
“Ini bukan rawan konflik sosial, melainkan rawan sesuai kondisi geografis,” pungkasnya.
Juru Bicara dan Humas ExxonMobil Cepu Limited, Rexy Mawardijaya menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak otoritas keamanan untuk pengamanan Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu.(rien)