SuaraBanyuurip.com – Gito Citrapati
Bojonegoro – Petani desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, resah lantaran tanaman padi miliknya rusak akibat terserang penyakit aneh. Akibat serangan penyakit aneh itu daun tanam padi mereka kering dan tidak bisa tumbuh normal.
Informasi yang dihimpun dilapangan menyebutkan, penyakit aneh itu mulai menyerang tanaman padi milik petani Gayam sekira dua minggu ini. Rata-rata tanaman padi yang diserang berusia dua bulanan.
Sejumalah petani di Desa Gayam mengaku tidak mengtahui jenis hama yang menyerang tanaman padinya. “Saya tidak tahu penyakit apa ini. Yang jelas ini akan membuat petani rugi,” kata H. Mujib, salah seorang petani Desa Gayam kepada Suarabanyuurip, Selasa (14/1/2013).
Dia mengungkapkan, serangan hama aneh itu merata terjadi hampir diseluruh Desa Gayam. Hamparan tanaman padi yang terserang hama itu daunya langsung layu dan tidak bisa hijau kembali. Mujib mengaku, telah melakukan berbagai penyemprotan, namun tak membuahkan hasil.
“Karena tidak tahu apa penyakitnya saya dan petani lainnya tidak bisa berbuat banyak,” ungkapnya.
Menurut Mujib, tak sedikit petani menangis setelah melihat tanaman padi yang baru berusia sekitar 2 bulan itu rusak. “Ini penyakit apa ya. Padi kok gak bisa modot,” ujarnya, sedih.
Dia berharap, petugas pertanian segera turun tangan untuk melihat kondisi tanaman padi di wilayah Gayam. Saat ini para petani hanya pasrah melihat kondisi tanaman padinya. Jika penyakit itu tetap dibiarkan sekira 200 hektar tanaman padi dipastikan mengalami gagal panen. (git)