SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur bersama Mobil Cepu Ltd (MCL) membahas ganti rugi tanaman warga yang terendam banjir akibat kurang maksimalnya saluran air disekitar proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (Engineering, Procurement, and Construction/EPC) 5 Banyuurip yang dilaksanakan konsorsium PT.Rekayasa Industri (REKIND)-Hutama Karya (HK), di rumah kepala desa (Kades) setempat, Sandoyo, Selasa (15/1/2013).
Rapat yang difasilitatori langsung oleh Kades Mojodelik itu dihadiri sekira enam warga pemilik lahan yang tanamannya terendam banjir.Â
Perwakilan MCL, operaor migas Blok Cepu, Pandu Subianto, mengatakan, pertemuan yang dilakukan ini merupakan langkah awal untuk menyelesaikan persoalan lahan warga yang terendam air. Dia mengaku terus melakukan koordinasi dengan semua pihak agar segera memperoleh solusi yang saling menguntungkan.
“Pada intinya MCL tidak ada niatan merugikan warga, karena itu pada pertemuan kali ini kita bahas” ujarnya.Â
Menurut Pandu, persoalan yang perlu dibahas lebih lanjut diantaranya luas lahan yang terendam air, teknis penghitungan, dan kondisi lahan warga sebelum dilakukan pemberian ganti rugi oleh MCL. Sebab, ada lahan milik salah satu warga yang sudah siap panen. Karena itu, dalam waktu dekat setelah ada keputusan dari manajemen MCL akan segera dilakukan pengecekan dilapangan.Â
“Segera mungkin akan kita sampaikan ke perusahaan agar segera ada tindak lanjut,” tegas warga Cepu, Kebupatan Blora ini.
Pandu menambahkan, pihaknya terus berupaya memaksimalkan saluran air di sekitar lokasi proyek agar titik persoalan bisa segera diselesaikan.
Sementara itu, salah satu pemilik lahan, Legi, mengaku luas lahan miliknya yang terendam banjir sekira 3000 M2. Tanaman dilahannya itu sudah siap dipanen.
“Sudah saya tanami kacang hijau dan tanaman lain,” ujarnya seusai pertemuan. Â
Disinggung soal berapa kerugiannya?Legi menaksir berkisar hingga Rp.2,5 juta.
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah lapangan minyak Banyuurip beberapa waktu lalu telah merendam lahan pertanian milik warga. Luberan air keareal persawahan itu akibat kurang maksimalnya saluran air yang dibangun kontraktor MCL. Selain di Desa Mojodelik, sejumlah lahan pertanian milik warga di Dusun Kaliglonggong, Temlokorejo, Desa Gayam, serta Dusun Puduk (Sukorejo), Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, juga terendam.(roz)