SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Meski belum dibilang maksimal, keberadaan Mobil Cepu Limited (MCL) operator sumur minyak Banyuurip, Â Blok Cepu, sudah banyak memberikan perubahan perkembangan bagi desa sekitar tambang. Utamanya pembangunan infrastruktur baik pembangunan infrastruktur jalan poros desa, tembok penahan tanah (TPT) dan pembangunan drainase (saluran air) didesa-desa ring 1 Lapangan minyak Banyuurip.
Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur. Ada sejumlah pembangunan yang sudah dan akan dilaksanakan yakni pavingisasi jalan poros desa, pavingisasi jalan lingkungan, TPT dan direncanakan membangun drainase.
“Di desa Mojodelik total panjang TPT yang sudah dibangun sekira 1443 meter dan Drainase kurang lebih 1997 meter,” kata Team Leader LSM Farabi, Syukur Sugeng Apriwiyanto, yang mendampingi program dijumpai disekitar wilayah program pembangunan, Rabu (16/1/2013).
Untuk pembangunan drainase, jelas Syukur Sugeng Apriwiyanto, dari total panjang 1997 meter tinggal sekitar 370 meter yang belum terselesaikan pembangunannya. Sedangkan sisanya sepanjang 370 meter yang akan diwujudkan pembangunan drainase itu akan dituntaskan pada Mei 2013 mendatang.
“Meski belum dibilang maksimal, lepas diakui atau tidak pengembangan pembangunan yang ada di desa sekitar tambang Banyuurip, Blok Cepu sudah banyak peribahannya,” imbuh pria asli Kabupaten Ponorogo, Jatim ini.
Untuk diketahui, setelah selesai sosialisasi pengalihan usulan program infrastruktur di Desa oleh pemerintah desa (Pemdes) Mojodelik, Selasa (15/1/2013) kemarin, perwakilan MCL, Ichwan Arifin, Pandu Subianto, Camat Gayam, Setyo Yuliono yang didampingi Kepala Desa Mojodelik, Sandoyo dan Team Leader LSM Farabi, Syukur Sugeng Apriwiyanto, langsung melakukan peninjauan langsung terkait pembangunan infrastruktur yang masuk program sosioekonomi tersebut.(sam)