SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Pelanggan perusahaan daerah air minum (PDAM) di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengeluhkan pelayanan perusahaan plat merah tersebut. Sebab air PDAM di wilayah itu sering mati.
Informasi yang diperoleh Suarabanyuurip, matinya air PDAM itu mulai terjadi sejak Rabu (16/1/2013) kemarin. Kondisi itu sudah kerap terjadi. Akibatnya pelanggan PDAM tidak bisa menggunakan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. Mereka terpaksa menggunakan air sumur atau air telaga yang keruh karena musim penghujan seperti sekarang ini.
“Terpaksa mandi disumur mas, karena jeding kamar mandi kosong. Sejak kemarin air PDAM mati,†kata Tain warga Moropelang kepada SuaraBanyuurip, Kamis (17/1/2013)
Sumur yang digunakan warga itu adalah sumur musholla sehingga disaat air PDAM mati banyak orang yang antri untuk mandi ditempat tersebut. Bahkan ada beberapa warga yang memilih tidak mandi karena harus antri lama.
Menurut Tain, sejak di Desa Moropelang dipasang PDAM warga banyak yang tidak memfungsikan sumur dirumahnya. Namun, seiring kerapnya air PDAM mati, warga kembali mengambil air dari sumur. Selain untuk mandi, air dari sumur tersebut digunakan untuk kebutuhan dirumah seperti mencuci dan memasak.
Dia juga mengungkapkan, selain sering macet, air PDAM yang mengalir diwilayah ini keruh berwarna kecoklat-coklatan. Kondisi itu sudah sering dikeluhkan warga bahkan melayangkan komplain dikantor PDAM cabang Moropelang saat membayar rekening.    Â
“Bayarnya sudah mahal, setiap jatuh tempo pembayaran juga didenda Rp2500 perhari. Tapi kualitas pelayanannya tetap saja buruk,†gerutu Tain saat membayar rekening PDAM.
Dikonfimasi terpisah, kepala seksi (Kasi) Pemberitaan Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Arif Baktiar dikonfirmasi SuaraBanyuurip menyatakan, akan menanyakan lebih dulu kepada pihak PDAM.
“Besok akan saya tanyakan ke PDAM Lamongan,†jawab Arif singkat melalui pesen pendek.(tok)