SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro– Unjuk rasa warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ring 1 sumur migas Tiung Biru (TBR), Blok Gundih, yang dilakukan, Senin (14/1/2013) kemarin, hingga saat ini masih berlangsung. Aksi yang lakukan sekira 100 warga dengan menutup jalan masuk lokasi TBR-A yang menjadi tempat penampungan minyak dari lokasi TBR-B dan C.
Informasi yang dihimpun Suarabanyuurip dari sekitar lokasi TBR menyebut, aksi pemblokiran ini dilakukan warga Dukuh Jambe, perkampungan warga terdekat dengan lokasi TBR-A, dikarenakan sampai sekarang tuntutan kompensasi akibat kebisingan suara aktifitas pemboran yang layangkan belum juga disetujui Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP), pengelola sumur minyak TBR.
Dalam aksinya warga memasang kayu melintang ditengah jalan utama menuju lokasi TBR-A. Bahkan warga juga bersiap-siap menghadang truk tangki yang akan memuat minyak dari lokasi penampungan.
Warga desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kastur, mengatakan, demo warga itu dilakukan karena belum adanya kesepakatan tuntutan warga terkait kopensasi tunai yang diajukan kepada Pertamina EP sebesar Rp 500.000 per kepala per bulan.
“Ada sekitar 100 lebih warga dukuh Jambe desa Kalisumber menutup jalan masuk lokasi TBR-A. Sementara, ada informasi warga mau menghadang satu unit mobil tanki yang akan menuju lokasi penampungan minyak,” kata Kastur (16/1/2013) malam.
Dia menjelaskan, awalnya warga minta kopensasi tunai sebesar satu juta rupiah per kepala per bulan. Setelah ada pembicaraan dengan Humas Pertamina EP, Tiara, permintaan warga turun menjadi Rp 500.000 per kepala per bulan.
“Karena mbak Tiara tidak bisa mutusin warga akirnya menutup jalan masuk lokasi TBR-A seperti yang dilakukan Senin (14/1/2013) kemarin,” ungkapnya.
Warga juga mengancam akan mengerahkan massa lebih besar lagi bila tuntutan mereka tidak dipenuhi Pertamina EP. Â
“Jika sampai tidak ada kesepakatan kita akan tutup jalan ini,†ancam Karni, salah satu warga dukuh Jambe yang ikut demo tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi pemblokiran jalan menuju lokasi TBR-A ini merupakan aksi lanjutan dari aksi warga yang dilakukan Senin (14/1/2013) kemarin. Menuntut agar Pertamina EP memberikan kopensasi tunai kepada warga sekitar akibat merasa bising yang ditimbulkan dari lokasi TBR-A tersebut.(sam)