SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pemkab Tuban mengaku belum pernah diajak koordinasi dengan PT Hutama Karya (HK), terkait kenaikan harga dengan jumlah berlipat pada stand yang ada di Pasar Besar Tuban (PBT) yang akan disulap menjadi Sentra Niaga Tuban. Koordinasi yang dimaksud terkait kenaikan harga yang membuat user atau pembeli ruko lama di lokasi tersebut merasa keberatan.
“Kami sama sekali belum pernah diajak koordinasi sama sekali oleh HK kalau ada kenaikan harga di tempat tersebut. Saya perlu melakukan koordinasi dengan HK,†ujar Sekretaris Kabupaten (Sekab) Tuban, Heri Sisworo, saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Jumat (18/1/2013).
Dia akuinya, saat ini Pemkab tengah mempersiapkan pembentukan tim untuk menangani segala hal terkait rencana melanjutkan pembangunan PBT, yang akan berganti nama menjadi Sentra Niaga Tuban. Proyek yang mangkrak sejak diresmikan Bupati Haeny Relawati tahun 2005 itu akan dibangun kembali.
Untuk itu, Pemkab akan memfasilitasi dan membantu penyelesaian yang ada di PBT. Sehingga, saat meneruskan pembangunan ini tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
“Kami akan bantu penyelesaian masalah ini, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,†tambah Heri.
Diketahui, sejumlah user yang terlanjur membeli ruko ataupun los di PBT merasa resah. Menyusul diharuskannya memberi tambahan sejumlah dana dengan jumlah berlipat, untuk bisa meneruskan angsuran atau menggunakan ruko yang terlanjur dibeli saat berubahnya tempat tersebut menjadi Sentra Niaga Tuban.
Alasan lonjakan harga, karena adanya peralihan penanganan atau management yang semula ditangai oleh PT Kharisma Bengawan Solo (KBS) saat ini ditangani oleh PT Hutama Karya. (edp)