Lima Terminal MPU Lamongan Mangkrak

terimanl pucuk

SuaraBanyuurip.com – Totok Martono

Lamongan – Sedikitnya lima terminal Mobil Penumpang Umum (MPU) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur selama bertahun-tahun kondisinya mangkrak. Tidak ada MPU yang menggunakan terminal di wilayah kecamatan tersebut untuk mangkal mencari penumpang.

Kelima terminal MPU tersebut berada di wilayah Kecamatan Pucuk, Sukodadi, Mantup, Brondong, dan Kecamatan Babat. Jika di tahun 1990-an terminal tipe C tersebut masih banyak digunakan sopir MPU mangkal menunggu penumpang. Kini bangunan tersebut tidak berfungsi karena tak pernah disinggahi MPU.

Dari pantauan SuaraBanyuurip.com di sejumlah terminal tersebut, hampir semua terminal tersebut kondisinya tidak terawat, dan tampak kumuh. Seperti di terminal Kecamatan Pucuk. Bangunan tempat duduk penumpang menunggu MPU nampak kotor dan terlantar.

Kondisi jalan aspal tampak sudah terkelupas, berlubang-lubang. Kesan tak terawat telihat pada rumput dan semak-semak yang memenuhi lokasi terminal tersebut.

Hanya terlihat dua MPU yang hanya nunut parkir di terminal tersebut karena pemiliknya rumahnya tidak jauh dari terminal tersebut. Dulunya terminal ini menjadi tempat perhentian MPU jurusan Kecamatan Laren – Pucuk.

Baca Juga :   Air PDAM Cepu Menyerupai Air Teh

“Sudah bertahun-tahun tidak ada lagi MPU yang masuk terminal Pucuk. Karena memang diterminal tersebut tidak ada penumpangnya, Mas,“ kata Hasyim warga setempat, Jumat (18/1/2013).

Pihak Dinas Perhubungan Lamongan tidak menampik matinya beberapa terminal tipe C di kecamatan. Menurut Sekretaris Kantor Dinas Perhubungan, Agus SP, matinya terminal tersebut dikarenakan banyaknya masyarakat yang memiliki kendaraan. Utamanya kendaraan roda dua.

“Di tahun 1990-an sepeda motor masih sangat langka sehingga MPU masih sangat laku. Namun kini masyarakat sudah banyak punya motor. Tentu mereka lebih memilih naik motor daripada naik MPU,“ kata Agus.

Penyebab lainnya, mobil MPU sebagian besar adalah tipe mobil lama yang tidak bisa berjalan cepat dan tidak memberikan kenyamanan bagi penumpang. Karena itu masyarakat enggan untuk naik MPU. Seharusnya, MPU bisa kembali ramai jika pemilik MPU mau mengganti mobil lama dengan mobil yang lebih bagus.

Saat ditanya apa ada rencana dari Pemkab untuk merelokasi terminal yang sudah tidak berfungsi tersebut, Agus mengatakan, sampai saat ini belum ada rencana Pemkab merekolasi atau meremajakan kembali terminal di kecamatan tersebut. (tok)

Baca Juga :   Dua Kali Diundang Polres, Bupati Bojonegoro Tidak Hadir

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *