SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Sebanyak 72 tenaga kerja (Naker) yang mengikuti tes di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertransos) beberapa waktu lalu untuk kebutuhan drilling di Engineering, Procurement and Constructions (EPC) 5, sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu oleh PT Rekayasa Industri (Rekin)-Hutama Karya hingga kini belum jelas nasibnya.
Kepala Disnakertransos, Iskandar, mengatakan jika pemuda lokal yang sudah mengikuti tes ini belum ada panggilan dari PT Rekind-Hutama Karya. Dirinya juga kurang mengetahui kapan tepatnya para pemuda ini mulai bekerja.
“Kami hanya memfasilitasi untuk melakukan tes, tapi kok sampai sekarang tidak memberikan kabar lagi,” ujarnya, Jumat (18/1/2013).
Iskandar menyatakan, dari 160 pemuda lokal dari Ring 1 Lapangan Banyuurip hanya 72 yang terpilih, namun hingga kini belum ada kejelasan nasibnya. Bahkan, pihaknya belum bisa membuatkan surat perjanjian kontrak kerja agar ada pertanggungjawaban dari perusahaan.
“Saya secepat mungkin akan memanggil kontraktor EPC-5 untuk bertanggung jawab kepada tenaga kerja yang sudah mengikuti tes ini,” tegasnya.
Terpisah, Humas PT Rekind-Hutama Karya, Herman Susatya, belum memberikan konfirmasinya terkait hal ini. (rien)