Dewan Temui Warga Kalisumber

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Polemik di sumur migas Tiung Biru (TBR), Blok Gundih antara warga dengan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) mengundang perhatian Komisi B DPRD Bojonegoro, Jawa Timur. Komsi dewan yang salah satunya membidang masalah migas ini mendatangi lokasi pemboran di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, untuk menggali persolan yang tengah terjadi disana, Sabtu (19/1/2013).

Rombongan dewan itu dipimpinan sekretaris Komisi B, Miroatin. Rombongan menemui sejumlah warga di pintu masuk lokasi TBR-A sekira pukul 12.30 WIB. Mereka berdialog warga yang mayoritas kaum ibu-ibu itu adalah, kepala desa (Kades) Kalisumber, M. Yantoro, prangkat desa setempat dan tokoh masyarakat terkait permasalahan yang sedang terjadi.

Salah satu warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Prapto, kepada rombongan Komisi B, mengatakan, warga menginginkan kompensasi tunai akibat kebisingan suara akibat kegiatan pemboran di sumur TBR-A. Selain itu, warga juga meminta dilibatkan dalam jasa pengangkutan minyak mentah seperti yang sudah disepakati bersama dengan Pertamina EP , 2012 silam.  

Baca Juga :   Proyek Gas Cepu Belum Ada Kemajuan

Kesepakatan yang disepakati, lanjut Prapto, dari delapan unit tanki untuk jasa pengangkutan minyak dari lokasi TBR-A menuju Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa-Tengah, Pertamina EP hanya akan melibat satu mobil tanki milik warga dalam jasa pengangkutan minyak tersebut.

“Warga merasa kurang puas dengan hasil pertemuan di Pendopo Pemkab Bojonegoro Jum’at (18/1/2013) kemarin. Karena, Pertamina EP dianggap tidak konsisten dengan kesepakatan yang sudah disetujui bersama.

Menanggapi permasalahan itu, Mitroatin, berjanji, akan memperjuangkan aspirasi warga sekitar TBR-B. Menurut dia, Pertamina EP harus memprioritaskan warga sekitar pemboran karena mereka yang pertamakali merasakan dampak akibat kegiatan tersebut.

“Saya akan membantu memperjuangkan tuntutan warga dan juga hak warga sesuai aturan yang ada,” tegas Politsi Partai Golkar itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, belasan warga melakukan pemblokiran dijalan utama menuju lokasi pemboran TBR-A. Akibat aksi tersebut Pemkab Bojonegoro melalui tim optimalisasi kandungan lokal telah turun tangangn untuk memfasilitasi warga dengan Pertamina EP, namun belum ada kesepakatan. Rencananya, pertemuan lanjutan akan dilaksanakan di Balai Desa Kalisumber, Senin (21/1/2013). (Sam)

Baca Juga :   Pertamina Patra Niaga Hentikan Sementara Layanan Pertalite dan Solar

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *