SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur RozaqyÂ
 Bojonegoro – Warga Desa/Kecamatan Gayam harus terlibat aktif serta mendukung program-program yang dapat menunjang kesejahteraan masyarakat setempat. Khususnya, program dan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan wilayah Kecamatan Gayam.
â€Karena, ada banyak kegiatan yang sebenarnya bisa dilakukan masyarakat lokal demi peningkatan pendapatan masyarakat,†ungkap Kepala Desa (Kades) Gayam Pujiono saat sosialisasi pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan Dusun Kaliglonggong ke Dusun Temlokorejo, kemarin (18/1) siang.
Selain dengan cara terlibat dalam kegiatan program pengembangan lapangan Blok Cepu, menurut Pujiono, bentuk keterlibatan lain yang bisa dilakukan adalah melalui koperasi yang difasilitasi oleh desa. Diharapkan, keberadaan koperasi pemuda dapat meningkatkan aktivitas pemuda sehingga berujung peningkatan pendapatan.
Sosialiasi pembangunan jalan alternatif itu merupakan rangkaian program peningkatan infrastruktur desa berbasis masyarakat yang berlangsung di rumah Kades setempat. Selain Kades, sosialisasi juga diikuti oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gayam Jaelani, bersama Kasi Trantib kecamatan setempat, Rusmani. Sedangkan perwakilan dari Mobil Cepu Ltd., hadir Ichwan Arifin, Liza A., Pandu S., dan Agus Q.
Jaelani berharap masyarakat setempat juga mendukung program-program yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan jalan alternatif ini, selain merupakan satu dari enam item komitmen perusahaan dengan warga, juga bertujuan untuk peningkatan akses warga. â€Dengan demikian, nanti juga dapat menunjang warga untuk meningkatkan keekonomiannya,†ujarnya.
Ichwan, PGA EPC Support Advisor MCL, menjelaskan, jalan alternatif ini merupakan pengganti dari jalan desa yang ditutup, karena keperluan pengembangan lapangan Banyuurip, kawasan Blok Cepu. Selain pembangunan jalan alternatif, MCL juga melaksanakan berbagai kegiatan lain di sekitar daerah operasi sebagai bentuk kepedulian perusahaan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. â€Dukungan dari masyarakat kami harapkan demi kelancaran pembangunannya nanti,†kata Ichwan.Â
Manajer Program Joko Hadi Purnomo menambahkan, pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan dua dusun di Desa/Kecamatan Gayam ini sepanjang 2,15 kilometer. Durasi pembangunannya akan memakan waktu 10-12 bulan. Program ini didampingi oleh IDFoS, bekerja sama dengan Pemkab Bojonegoro dan MCL.
Selain sosialisasi program, kegiatan yang diikuti 50 an orang ini juga diisi dengan pengukuhan tim pelaksana pembangunan (TPP). Di akhir acara, forum menyepakati bahwa Minggu (20/1) akan dimulai pelaksanakan pembangunan yang ditandai dengan syukuran bubak bumi.