SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Belasan warga Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, akhirnya membubarkan diri dari lokasi pemblokiran di jalan utama menuju pemboran migas Tiung Biru (TBR)-A, Blok Gundih, setelah anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Jawa Timur menjinjikan akan memperjuangkan aspirasi mereka.
Sebelumnya, belasan warga Ring 1, Blok Gundih, yang sebagian besar kaum perempuan itu menutup jalan menuju lokasi pemboran sejak, Senin (14/1/2013) sampai Sabtu (19/1/2013) sore tadi. Â Mereka tak mau membubarkan diri karena tuntutan kompensasi sebesar Rp 500.000 per kepala keluarga (KK) per bulan atas kebisingan suara akibat kegiatan pemboran mulai bulan Oktober 2012 sampai sekarang belum juga dipenuhi Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP).
Selain itu warga juga menuntut agar dilibatkannya warga lokal dalam jasa pengangkutan minyak mentah dari sumur TBR-A ke Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jateng, sesuai kesepakatan yang sudah disepakati bersama Pertamina EP beberapa bulan lalu.
“Hari ini kita membubarkan diri karena bu anggota dewan berjanji akan memperjuangkan aspirasi kami. Tapi jika nanti tuntutan kami tidak dikabulkan, kami akan kembali memblokir jalan ini,†kata Warga RT 15, RW 04, Dusun Jambe, Karmi sesaat sebelum meninggalkan lokasi pemblokiran di pintu masuk TBR-A, Sabtu, (19/1/2013).
Sekretaris Komisi B, DPRD Bojonegoro, Mitroatin, menegaskan, akan mengawal aspirasi masyarakat untuk dibahas bersama di internal dewan. Dirinya juga berjanji akan memanggil Pertamina EP dan Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk mencarikan solusi bersama.
“Semua aspirasi warga sudah kita tampung dan segera akan kita bahas dengan anggota dewan lainnya,†sambung Mitroatin.
Politisi perempuan partai Golkar ini menjelaskan, jika kompensasi tunai yang dituntut warga tidak bisa akan diupayakan untuk mengalihkan dengan program pemberdayaan masyarakat yang menyentuh langsung dengan warga. Misalnya mengarah pada program ternak atau program pemberdayaan warga lainnya.
“Kita akan kawal tuntutan warga ini sampai tuntas. Jangan sampai masyarakat terus dibodohi. Kita juga akan meminta Pertamina EP untuk memaksimalkan tenaga kerja lokal, khususnya warga disekitar pemboran,†tegas Mitro’atin.
Pada bagian lain, Kepala Desa Kalisumber, M Yantoro, mengaku, sudah berupaya memberikan pengertian kepada warga untuk membubarkan diri seperti yang diperintahkan Bupati Bojonegoro, Suyoto dan Tim Optimilasi Kandingan Lokal. Namun, warga tetap bersi kukuh untuk memblokir jalan masuk lokasi.
“Jadi, saya sendiri tidak berani memaksa warga. Sekarang tinggal bagaimana Pertamina menuruti tuntutan warga saya tersebut,” sambung Kades Kalisumber, M. Yantoro ditemui disela-sela pertemuan dengan Sekretaris Komisi B dan warga dipinggir jalan utama masuk lokasi TBR-A Sabtu (19/1/2013)
Pantauan SuaraBanyuurip.dilokasi TBR, meksi sebagia warga telah membuyarkan diri dari lokasi pemblokiran, namun jalan tetap di jaga bebarapa warga. Patok kayu, ranting-ranting pohon dan mobil tanki milik warga yang digunakan mennutup jalan masuk lokasi tetap tidak dibongkar karena masih menunggu hasil keputusan dari pihak pertamina terkait dengan tuntutan warga tersebut.(Sam)