Pejabat MCL Minati "Gethuk" Begadon

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Makanan tradisional “Gethuk” disekitaran wilayah eksplorasi dan eksploitasi Migas Blok Cepu ternyata mampu memikat pendatang. Mereka menilai makanan berbahan baku singkong itu masih alami tanpa campuran bahan kimia.

“Gethuknya beda dengan yang pernah saya jumpai sebelumnya,” kata Deputy Manager MCL Elvira Putri saat mampir menikmati Gethuk buatan Mbah Jinah, warga Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (19/1/2013), sekira pukul 15.30 WIB.

Perempuan Minang ini menilai, gethuk yang diproduksi tersebut masih sangat alami tanpa dicampuri bahan kimia. Selain itu, proses pembuatannya pun masih cukup tradisional.

”Jika ini dikembangkan bisa menjadi wisata kuliner disini,” sergah perempuan berusia 45 tahun ini sambil melihat langsung proses pembuatannya.

Sementara itu, penjual “Gethuk”, Mbok Jinah, begitu biasa disapa, mengatakan, kebanjiran pesanan dan cukup kwalahan melayani pembeli. Tidak sedikit warga sekitar yang bahkan diluar Desa Begadon datang dan rela membeli. Per porsi ”Gethuk” buatannya dijual dengan harga Rp2.000.

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Hadiri Pegelaran Wayang Kulit Kebangsaan Hari Jadi Jawa Timur

”Belum mateng sudah banyak yang antre, mas,” sambung Mbok Jinah.

Wanita paro baya ini mengaku, membeli bahan baku (singkong) dari Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari. 

“Sehari bisa menghabiskan dua sampai tiga kilogram bahkan lebih singkong untuk bahan baku,” tuturnya berbahasa jawa.  

Elvira juga didampingi Ukay Sukaya Subqy, Public and Government Affairs (PGA) MCL serta Direktur Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B), Mugito Citrapati bersama sejumlah anggota tim. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *