SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pemuda Dusun Njangon, Desa Karang Agung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengancam akan melakukan aksi demonstrasi yang lebih besar kepada operator ladang migas Blok Cepu, Mobile Cepu Ltd (MCL). Sikap itu ditempuh karena anak perusahaan Exxon mobile tersebut tidak ada iktikad baik untuk menyelesaikan permasalahan dengan warga.
Amarah pemuda yang desanya dilintasi pipa minyak dan pelabuhan lepas pantai MCL itu dipantik oleh sikap MCL yang tidak memebrikan keputusan dari perusahaan melalui Camat Palang, dan perangkat desa setempat. Padahal, sesuai hasil pertemuan sebelumnya jawaban atas tuntutan warga akan diberikan langsung kepada para pemuda. Â
“Kami kecewa karena jawaban yang diberikan MCL tidak langsung diberikan kepada kami, tapi diberikan kepada camat dan kepala desa,†ungkap Ridwan Maliki, salah satu perwakilan dari warga yang melakukan aksi, Senin (21/1/2013).
Sebelumnya pemuda yang mewakili warga mengajukan tiga tuntutan kepada MCL, disaat aksi unjuk rasa 4 Januari 2013 lalu. Yakni; pemberian kompensasi kepada warga Karang Agung barat sebagai desa lintasan pipa, pemberian pekerjaan ataupun prioritas pekerja dari warga local, serta tambat labuh tidak ada satupun yang dipenuhi.
“Semua tuntutan kami tidak ada yang dipenuhi,†tambah Ridwan.
Untuk itu, pemuda desa setempat mengancam akan menggelar aksi kembali dalam waktu dekat. Dengan mengumpulkan dan menyertakan massa dengan jumlah yang lebih besar.
“Warga akan menggelar aksi lagi, kalau sampai tidak dipenuhi,†tambah Ridwan.
Dikonfirmasi, Humas MCL, Feni Kurnia Indiharti, mengatakan, diberikannya pernyataan perusahaan kepada Camat dan Kepala Desa setempat diharapkan agar bisa langsung diteruskan ke warganya.
“Harapannya camat dan kades bisa meneruskan ke warga yang bersangkutan,†jawab feni melalui blackberry messenger yang dia kirim kepada SuaraBanyuurip.com.
Ketika ditanya tentang kebenaran tidak disetujuinya semua tuntutan warga, Feni belum memberikan jawaban.
Sebelumnya, sekitar 100 massa dari Desa Karang Agung barat ini melakukan aksi demonstrasi dengan mendatangi lahan penanaman pipa Engineering, Procurement, dan Constructions (Epc)-2 sumur minyak Banyuurip yang melintasi desa mereka. Mereka menyerukan tiga tuntutan tersebut. (edp)