SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Layanan kesehatan gratis bagi warga sekitar lapangan Migas Blok Cepu kembali dilakukan PT. Tripatra Engineers & Constructor, pelaksana proyek Engineering, Procurement and Constructions (EPC)- 1 Banyuurip. Kali ini, peduli kesehatan balitan dan manusia lanjut usia (Manula) itu dilakukan di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang dipusatkan di Polindes desa setempat, Sabtu (19/04/2014).
Community Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan, mengatakan, program peduli kesehatan kepada warga Desa Mojodelik dilakukan untuk mengatahui secara langsung perkembangan kesehatan maupun dampak berbahaya dari proyek Blok Cepu yang rasakan masyarakat.
“Saya tidak mengatakan tidak ada dampak, Mas. Tetapi untuk mengetahui secara langsung kepada warga tentang kesehatannya. Ternyata, sesuai hasil cek medis mayoritas mereka mengeluhkan akibat faktor usia dan pola makan yang tidak teratur atau terjadi alergi,” kata Budi Karyawan kepada suarabanyuurip.com di sela pelaksanaan peduli kesehatan di Polindes Mojoedelik, Sabtu (19/4/2014).
“Yang kita lakukan saat ini bukan pengobatan gratis. Tetapi, peduli kesehatan balita dan manula atau tindakan prefentif (pencegahan) bukan kuratif (pengobatan),” lan jut Budi, menjelaskan.
Socioeconomi Super Visor EPC-1 Banyuurip Project PT Tripatra, Edi Purwanto, menambahkan, peduli kesehatan balita dan manula dilakukan di Desa Mojodelik dimulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Sedangkan dalam pelaksanaannya, PT Tripatra menggandeng perangkat desa, dan tenaga kesehatan seperti dokter puskesmas Gayam, bidan ataupun perawat.
“Kegiatan ini dilakukan secara bertahap bagi masyarakat sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). Jumlah pasien tadi sekitar 70 orang. Dari hasil pemeriksaan kebanyakan yang dikeluhkan warga adalah sakit pegel-pegel, linu-linu, dan gatal-gatal, Mas. Sedangkan, jika ingin berobat gratis warga bisa langsung ke Puskesmas atau bidan desa saja,” ungkap Purwanto.
Pemeliharaan kesehatan bagi manula dan peningkatan gizi dan memantau konsultasi tumbuh kembang kesehatan anak dangan vitamin. Sedangkan, untuk dewasa dengan pemberian gisi, seperti pemberian susu dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Warga Mojodelik, Mini mengaku, senang dengan adanya peduli kesehatan ini karena tidak perlu mengeluarkan ongkos. Baik naik kendaraan untuk pergi ke puskesmas. Namun penyakit yang dikeluhkan warga tetap bisa terobati.
“Alhamdulillah Tripatra masih terus peduli dengan warga sekitar Banyuurip untuk memberikan layanan kesehatan,” ujar wanita lansia yang mengaku sakit pegal linu dan mumet itu.
Dia berharap program peduli kesehatan untuk anak-anak atau balita dan manula ini terus dilakukan oleh Tripatra.(sam)