SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy/Samian Sasongko
Bojonegoro – Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) menggelar pertemuan lanjutan dengan warga Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (21/1/2013). Pertemuan ini untuk membahas tuntutan warga dan sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya dengan Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro beberapa waktu lalu.
Pertemuan yang sebelumnya direncanakan di Balai Desa Kalisumber dibatalkan dan dialihkan didepan lokasi Sumur TBR-A, Blok Gundih. Dalam pertemuan ada dua hal yang dibahas yakni tuntutan kompensasi tunai sebesar Rp500 ribu per kepala keluarga dan pelibatan jasa angkutan minyak mentah.
Hadir dalam pertemuan Kepala Polisi Resort Bojonegoro, Ajun Komisaris Besar Polisi Rachmat Setiadji, Muspika Tambakrejo dan pemerintah desa (Pemdes) Kalisumber. Sedangkan Tim Optimalisasi Kandungan Lokal yang dijadawalkan hadir dan menjadi fasilitator dalam pertemuan tersebut tidak datang.
“Semua ini tanggung jawab saya, karenanya saya berharap dengan adanya pertemuan ini segera ada solusi,” kata Kepala Desa Kalisumber, M.Yantoro, membuka pertemuan tersebut. Senin (21/1/2013).
Sementara itu, Camat Tambakrejo, Andik Sudjarwa, mengatakan, pertemuan ini untuk membahas beberapa usulan terkait adanya gejolak yang terjadi serta menindaklanjuti pertemuan dengan Tim Optimalisasi Pemkab Bojonegoro di Pendapa beberapa waktu sebelumnya.
Dia berharap, agar pertemuan tersebut juga membahas langkah atau program penggunaan Corporate Social Responbility (CSR) yang saling menguntungkan.
“Karenanya nanti pemdes saya sarankan untuk membahasnya di musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) untuk tahun ke depannya,” tambah Andik dihadapan warga.
Sedangkan Kapolres Bojonegoro, Rachmad Setiadji menyampaikan siap mengawal dan menjadi fasilitator baik antara perusahaan dengan warga.
“Ini sudah bukan orde baru lagi, kami siap menjadi fasilitas. Persoalan ini bisa diselesaikan dengan berdialog,” kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kalisumber mulai Senin (13/1/2013) lalu memblokir jalan menuju sumur migas sumur milik Pertamina EP, baik TBR-A, B, maupun C. Mereka menuntut agar diberikan kompensasi tunai atas kebisingan suara akibat aktifitas pemboran di sumur tersebut. Selain itu warga juga meminta dilibatkan dalam jasa angkutan minyak mentah.(roz/sam)