SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Proyek Unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru (JTB) memakan korban. Siti Musri’ah (41), warga RT 02, RW 01 Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terpaksa dirujuk ke PKU Kalitidu, akibat menderita luka serius di kepala bagian belakang.Â
Musri’ah diduga diserempet crane milik PT Tekno, Subkontraktor PT Rekayasa Industri (Rekind), pelaksana proyek rekayasa pengadaan, dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement and Construction – Gas Processing Facility/EPC-GPF) JTB. Kecelakaan lalu lintas terjadi Jalan Poros Utama Kecamatan (PUK) Gayam, tepatnya di Dusun Kempit, Desa Ringintunggal, Rabu (18/9/2019), pukul 15.00 Wib.
Jayin (50), saksi mata menjelaskan, korban saat itu melaju dari arah selatan menggunakan sepeda motor. Pada saat bersamaan dari arah utara berjalan crane. Karena jalan sempit korban terserempet crane.
“Setelah diserempet crane korban menabrak mobil di depannya,” ujar pria yang bekerja sebagai flagman.Â
Saat kecelakaan terjadi korban sedang membocengkan anaknya, Shofia Salsabila (6), dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit Nopol S 2228 CH. Akibat peristiwa tersebut Siti Musri’ah menderita luka di kepala bagian belakang, punggung dan pelipis sebelah kanan. Â
Musri’ah sempat dibawa ke Puskesmas Gayam. Namun, karena luka di kepalanya cukup parah, kemudian dirujuk ke PKU Kalitidu. Ada tiga jahitan di Kepala Musriah selebar lima centi meter. Â
“Kata petugas Puskesmas Gayam luka di kepalanya dalam, sehingga dirujuk ke sini,” kata Suwaji, suami Musri’ah, kepada suarabanyuurip.com saat menunggu istrinya di UGD PKU Kalitidu yang sedang dijahit kepalanya.
Selain mengeluhkan luka di bagian kepala belakang, korban juga merasakan sakit dipunggungnya.Â
“Belum tahu apa ada tulangnya yang retak atau tidak,” ucapnya.
Selain Musriah, lanjut Suwaji, putrinya, Shofia Salsabila, juga menderita luka besat dibeberapa bagian tubuhnya. Ia hanya mendapat perawatan di Puskesmas Gayam.Â
“Tadi dari Puskesmas Gayam terus dibawa pulang,” ujarnya.
Suwaji menceritakan, istrinya saat itu sedang menjemput anaknya ngaji di Taman Pendidikan Al Qur’an Ringintunggal. Usai menjemput anaknya, berencana ke rumah ibunya di Desa Katur.
“Tadi dikabari dan istri saya sudah di Puskesmas Gayam dibawa pak polisi,” pungkasnya.
Sementara itu, kronologis berbeda disampaikan petugas Stalantas Polres Bojonegoro. Kecelakaan tersebut terjadi akibat korban menabrak mobil Innova Nopol W 1457 BB yang berhenti di depannya.
Mobil Innova yang dikemudikan Muhammad Saiful Arif (28), warga Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melaju dari arah selatan. Sesampainya di lokasi kejadian, mobil tersebut berhenti di kiri jalan karena ada crane dari arah utara yang dikemudikan Sutrisno (35), Desa Merkawang Rt 03 rw 01 Kec. Tambak bayan Kab. Tuban.Â
Diduga karena konsentrasi, Musriah menabrak mobil Innova. Lampu mobil belakang bagian kanan pecah.(suko)