BUMD : Jangan Hanya Numpang Nama

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), tak mau terlibat dalam konflik antara warga desa sekitar sumur Tiung Biru, Blok Gundih dengan operator blok tersebut, Pertamina EP. Alasannya karena hingga kini perusahaan negara tersebut belum ada kerjasama bisnis dengan BBS terkait beroperasinya sumur Tiung Biru.    

Kendati begitu, BBS akan membantu menyelesaikan masalah Tiung Biru jika memang dilibatkan dalam bisnis. Apalagi hal tersebut terkait kepentingan pemberdayaan konten lokal yang saat ini dituntut warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro tersebut.

Direktur BBS, Deddy Affidick, menyatakan, hingga saat ini pihaknya tidak pernah diajak bekerjasama dalam peluang usaha. Jika ada konflik sosial terhadap keterlibatan truk tangki warga dirinya angkat tangan.

“Mereka pernah datang kepada kami meminta untuk difasilitasi dalam keterlibatan warga masalah transportasi, tapi ternyata di luar sudah ada pemenang tender. Lalu apa yang bisa  kami lakukan?” paparnya.

Deddy meminta kepada Pertamina EP jangan dengan menyebut BUMD sudah aman. Karena BUMD ini adalah badan usaha yang membutuhkan amunisi yaitu peluang berbisnis, jika mereka benar-benar menggandeng BUMD ya pasti lokal akan dilibatkan secara langsung.

Baca Juga :   Warga Ngampel Minta Pemdes Transparan

“Jangan datang ke BUMD hanya bantuan sosial saja. Beberapa waktu lalu kontraktor luar Bojonegoro pemenang tender minta kami untuk mengondisikan masyarakat ya mana bisa  tanpa diberi peluang bisnis,” tukasnya.

Deddy menginginkan BUMD tidak menjadi cap dengan mengatakan berkoordinasi dengan perusahaan plat merah ini, atau bahkan mencari aman. Akan tetapi jika pihaknya diajak berbisnis hal itu akan dijadikan amunisi untuk memberdayakan masyarakat lokal.

“Kalau diminta menjembatani dengan warga lokal harus ada bisnis, jangan hanya memfasilitasi,” tegas Deddy.

Sementara itu, setelah difasilitasi beberapa pihak akhirnya pemblokiran yang dilakukan warga Desa Kalisumber terhadap operator Blok Gundih, Pertamina EP, berakhir. Meski begitu, masih ada satu permasalahan lagi yaitu keterlibatan kendaraan truk tanky untuk pengangkutan minyak mentah ke Cepu, Jawa Tengah. Ada 3 kendaraan truk tanky dari 8 truk tanky yang telah disediakan warga berdasarkan perjanjian sebelumnya.

Manager Humas Pertamina EP, Agus Amperianto, menyatakan, pihaknya berharap kondisi kendaraan tetap bekerjasama dan beroperasi sebagaimana mestinya akan tetapi hal ini harus disesuaikan kondisi sumur di Tiung Biru.

Baca Juga :   DPRD Segera Panggil SKK Migas dan K3S Bahas Penganggaran PPM

“Proporsional dengan kapasitas produksi dan ketersediaan kendaraan yang disiapkan vendor pelaksana semua kontrak,” tandasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *