SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Warga Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur  digemparkan oleh penemuan dua buah mortir aktif. Piranti perang tersebut ditemukan, Yudi Rahmad (42), petani desa setempat di areal perkebunan saat menggali saluran air di belakang rumahnya, Selasa (22/1/2013).
Warga sekitar lokasi pun berdatangan untuk menyaksikan mortir berukuran panjang 35 centimeter dengan diameter 8 centimeter dan berat 10 Kg itu.
“Tadi pagi saat menggali saluran irigasi tiba-tiba melihat besi yang membujur ke utara, ternyata mortir,” kata Yudi.
Polisi Sektor Kapas yang datang ke lokasi langsung melakukan identifikasi untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Mereka memasang garis polisi untuk menghindari kemungkinan bahaya. Mortir tersebut kemudian diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
“Untuk sementara kita amankan, belum tahu apakah mortir ini masih aktif atau tidak,” ujar Kapolsek Kapas Bojonegoro, AKP Supriyono.
Dari informasi warga setempat, penemuan mortir di kawasan RT 6 RW 1 itu sebelumnya juga sudah pernah terjadi sekitar tahun 1980 lalu. Kala itu ditemukan mortir dengan ukuran yang lebih besar yaitu beratnya sekitar 20 kg. Namun, karena tidak ada yang tahu itu jenis benda apa kemudian dijual.
Sementara Kades Bendo, Andi Prabowo, mengatakan, cerita sebelumnya memang daerah sekitar merupakan markas dapur militer pada saat perang agresi. “Ceritanya dulu daerah ini merupakan markas dapur militer saat perang agresi,” jelasnya.
Dia menambahkan, sekitar lokasi penemuan mortir ini diperkirakan masih ada mortir sejenis.
Kasubden 3 Detasemen C Satbrimob Polda Jatim, di Bojonegoro, Iptu Edy Suyono, mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim Penjinak Bom (Jibom) dinyatakan satu mortir masih aktif dan satu sudah meledak tidak sempurna.
“Selanjutnya senjata TNI ini kita serahkan ke bengkel,” tandasnya. (rien)