Aktivitas Tiung Biru Kembali Normal

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro- Meski belum maksimal, namun paska dibukanya pemblokiran jalan menuju lokasi Tiung Biru (TBR)-A, Blok Gundih di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur aktifitas Pertamina EP pengelola sumur migas TBR kembali lancar.

Warga Kalisumber, Jais, mengatakan, sejak dibukanya blokade  yang masuk lokasi TBR-A, B, dan C sejak hari Senin (21/1/2013) kemarin aktifitas pemboran sumur minyak dan gas (migas) di TBR sudah lancar seperti biasa.

“Aktivitas Pertamina EP di sumur TBR sudah kembali normal lagi, Mas. Mungkin, tinggal menyelesaikan terkait pelibatan delapan mobil tangki warga dalam pengangkutan minyak itu saja,” kata Jais, Rabu (23/1/2013).

“Pembentukan komite yang nanti sebagai wadah menampung aspirasi warga untuk disampaikan kepada Pertamina EP masih dalam proses. Insya Allah dalam waktu dekat ini semuanya sudah beres,” imbuhnya.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Rachmad Setiadji, mengatakan, hasil cek yang dilakukan di lokasi baik dari warga, Muspida, Muspika, dan Pertamina EP kegiatan eksplorasi yang dilakukan sejak akhir 2008 awal 2009 lalu ada permintaan warga yang sudah terwujud. Misalnya, terkait dengan pagar makam Desa Kalisumber.

Baca Juga :   PPSDM Migas Cepu Dipercaya Cetak Ujung Tombak Produksi PHE

“Polres Bojonegoro mengucapkan terima kasih kepada semua pihak sampai detik ini warga tidak ada yang anarki atau memaksakan diri. Jadi, masyarakat Bojonegoro semakin lama semakin maju. Kalau sekedar blokir itu masih belum anarki. Jadi perlu dipahami oleh kedua belah pihak,” kata Rachmad Setiadji dalam memidiatori pertemuan warga dengan Pertamina EP kemarin. 

Agar semua berjalan lancar, jelas Rachmad Setiadji, dari kedua belah pihak untuk saling memahami agar tidak selalu miskomunikasi. Kerena ini juga kepentingan negara yang hasilnya nanti juga untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, jika ada masalah untuk diselesaikan dengan baik yang tidak adak pihak yang dirugikan.   

“Saya menghimbau, setelah blokade ini dibuka ke depan jangan ada lagi pemblokiran. Pertamina juga milik masyarakat sebagai perusahaan milik negara,” pesan mantan penyidik KPK itu. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *