SKK Migas Turun Pantau Proyek Blok Cepu

SSK

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendatangi Pemkab Bojonegoro untuk menyamakan persepsi terhadap perjalanan proyek minyak dan gas, salah satunya lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Rabu (23/1/2013).

“Kita melihat, mengevaluasi mana-mana yang berjalan baik, mana yang perlu diperbaiki agar target produksi pada 14 Agustus bisa tercapai,” jelas Wakil SKK Migas, Widjanarko,  usai melakukan rapat internal dengan Bupati Suyoto.

Dia menyatakan,  pihaknya melihat bagaimana kewajiban terhadap masyarakat di Bojonegoro, dan itu adalah hal yang paling penting. Sekaligus memberikan support segala permasalahan yang ada agar cepat selesai.

“Kami lebih banyak membicarakan terkait kondisi di masyarakat, seperti bagaimana pembebasan lahan yang dipakai untuk proyek saat ini sudah sampai mana. Kita bantu selesaikan mulai dari proyek Engginering,Procureent and Constructions (EPC)-1 sampai dengan EPC-5,” tegasnya.

Widjanarko menambahkan, pada akhir bulan Januari 2013 ini semua masalah yang terkait dengan pertanahan segera selesai. Hal itu bersifat wajib karena sudah sesuai target, dan tentu sekarang diambil antisipasi agar proyek ini bisa berjalan tepat waktu.

Baca Juga :   EMCL Percayakan Pelatihan Operasi Produksi Tingkat OPM kepada PPSDM Migas

“Dia jelaskan untuk lapangan Banyuurip, Blok Cepu saat ini sudah berjalan 38 persen dan tinggal 40 persen sisanya,” tukasnya.

Salah satu contoh kendala yang ada adalah dari faktor cuaca yang memang akhir-akhir ini tidak mendukung. Terutama untuk pemasangan pipa dalam tanah sepanjang 72 Km yang selalu terendam air saat hujan turun.

“Dalam pengerjaannya nanti kami dari SKK Migas akan memberlakukan pengawasan, dan pengendalian, dan selalu memonitor setiap harinya perjalanan dari masing-masing proyek EPC. Itu adalah salah satu penetrasi kita saat ini,” tandasnya.

Hal itu dilakukan agar semua pekerjaan di Blok Cepu bisa berjalan baik dan kondusif, sehingga jika ada permasalahan segera diselesaikan tanpa mengulur waktu. Jika target produksi tidak sesuai waktu yang ditentukan semua pihak akan bertanggung jawab, baik itu SKK Migas, operator Blok Cepu yaitu Mobil Cepu Ltd (MCL), dan juga pemkab setempat.

“Salah satu masalah yang kita fasilitasi hari ini adalah tukar guling tanah kas desa untuk lapangan sepak bola, sehingga masyarakat bisa menikmati lagi lapangan sepakbola yang mereka miliki sebelumnya,” katanya. (rien)

Baca Juga :   Sumur Minyak Tradisional Terbakar, Polres Blora Selidiki Penyebab Kebakaran

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *