Senandung Sholawat dari Sentra Hiburan Malam

oke1

NADA pentatonis, dan diatonis berpadu mengalun berirama. Melahirkan sejengkal keheningan tersendiri bagi pendengarnya. Terlebih pada beberapa orang yang selama ini menyangsikan suara itu muncul dari salah satu tempat hiburan malam.

Tak sedikit undangan yang hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihelat manajemen Oke Karaoke, di sentra hiburan malam Tuban, di kawasan Jalur Pantura, di Dusun Dasin, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur terhenyak. Mereka tampak serius memperhatikan beberapa pemain rebana yang diundang tempat hiburan keluarga tersebut. Tentunya menyimak bait-bait syair Sholawat Nabi yang menghegemoni ruang.

Tak luput dari perhatian adalah gerak-gerik seorang karyawan karaoke, saat memberikan salah satu mic kepada penyanyi. Perempuan muda itu, meski malu-malu, menerima penyambung suara dari pemberinya.

Bukan karena keengganan menggunakan piranti bernyanyi tersebut, terlebih perangkat musik itu merupakan benda kerja yang harus mereka akrabi setiap malam. Akan tetapi lagu yang akan dilantunkan dihadapan petugas kepolisian, ulama, dan tokoh masyarakat adalah Sholawat Nabi. Syair yang mereka anggap sakral, karena sangat jarang terdengar di area hiburan malam, yang oleh sementara pihak dianggap, lekat dengan masalah syahwati.

Seperti para pengunjung lainnya, pemain rebana dan pelantun shalawat pun terkaget. Seorang perempuan dengan balutan kain penuh, dan kerudung akhirnya ikut bersenandung. Melantunkan puja dan puji bagi junjungan umat muslim tersebut.

Tak seperti perkiraan awal, perempuan ini mengucapkan semuanya dengan fasih dan nyaris tanpa cela. Tentunya dengan suara merdunya yang terbiasa dia latih untuk berdendang di hadapan para pengunjung hiburan malam.

Baca Juga :   Cerita Bu Siti, Puluhan Tahun Bertahan Usaha Kios Koran di Bojonegoro (1)

Melihat karibnya bershalawat, satu persatu karyawan dari tempat hiburan malam ini pun bersemangat. Beberapa bahkan terlihat menitikkan air mata, yang segera dihapus menggunakan kerudung yang mereka kenakan pada perhelatan di hari Sabtu (26/1/2013) di kala matahari berselimut awan tepat di atas ubun-ubun itu.

“Saat kecil, saya sering mengaji, dan melantunkan shalawat seperti ini,” ujar Uut Utami (29), salah satu penyanyi di Oke Karaoke saat ditemui SuaraBanyuurip.com usai acara.

Perempuan yang saat ini tinggal di Jalan Dr Sutomo Tuban ini mengaku, kegiatan yang saat ini dilakukan oleh management tempat dia bekerja perlu dipertahankan. Acara pengajian yang digelar dalam rangka Maulid Nabi ini dapat membuat mereka untuk saling berbagi. Saling  mengingatkan untuk tidak berbuat terlalu jauh dengan profesi yang mereka sandang.

“Intinya kita semua senang, Mas. Apalagi kalau bisa semua karyawan bisa ikut acara seperti kali ini,” tambah Uut sambil pemit untuk pulang.

Pemilik Oke Pub dan Karaoke, Willy Juanda, mengatakan, acara pengajian mereka lakukan rutin dalam satu bulan sekali. Dengan harapan, karyawan dan karyawati yang ada di tempat tersebut, tidak serta merta lupa kepada tuhannya.

Bersamaan pengajian yang saat ini dibarengi dengan peringatan Maulid Nabi ini, diharapkan karyawan bisa terus memupuk rasa jujur, rasa untuk berbagi kebaikan, dan bisa saling memperhatikan antarsesama. Karena bagimanapun mengingat akan ajaran kebaikan yang dikodratkan oleh Tuhan, adalah kebutuhan setiap umat manunia. Apapun agama dan keyakinannya.  

Baca Juga :   Berdiri di Atas Lahan Perhutani, Rumah Striker Timnas U-16 Asal Bojonegoro Tak Layak Huni

“Acara ini rutin kami lakukan, dan saat ini kami barengkan dengan peringatan Maulud Nabi,” jelas Willy.

Salah satu Tokoh Masyarakat yang hadir di tempat tersebut, Sholahuddin Riza Habibie, mengatakan, berharap agar  Pemkab Tuban ada perhatian khusus untuk melakukan pengawalan kepada pekerja karaoke yang mayoritas perempuan.  Pendampingan yang dimaksud adalah pada wilayah rohani mereka, karena kebanyakan mereka mempunyai masalah yang tidak bisa dianggap remeh.

“Kita harus melakukan pendampingan, selain itu Pemkab juga harus ada perhatian,” ujar pimpinan pondok pesantren Ash Shomadiyah, Tuban itu.

Gus Riza, demikian dia akrab disapa, selama ini dikenal dekat dengan komunitas pelaku hiburan di Tuban. Dia pula yang selama ini acap memberi siraman rohani kepada para perempuan pekerja di tempat karaoke di wilayah Bumi Ranggalawe.

Sholawat Nabi pun masih sayup-sayup terdengar dari tempat hiburan malam. Hitam putih hiburan malam tak harus selalu dicela. Mereka juga menggeluti profesi, dengan segala tanggung jawab kepada dirinya, keluarganya, dan tentu saja terhadap lingkungan sekitarnya.  Ya nabi salam alaika, ya Rosul salam alaika. Ya habib salam alaika, sholawatullah alaika…. (edy purnomo)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *