SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Belum adanya tanggapan dari Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) – Hutama Karya (HK), kontraktor engineering, procurement and construction (EPC)-5 Banyuurip, membuat warga Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabuaten Bojonegoro, Jawa Timur geram. Mereka mengancam akan menutup total akses road jika kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, itu tidak menanggapi tuntutannya.
Tuntutan yang diusung warga adalah PT Rekind – HK segera memberikan klarifikasi atas tidak lolosnya dua kontraktor lokal yakni PT. Rajekwesi Mitra Tama (RMT) dan Cv. Mitra kinasih dalam tender proyek pembangunan waduk buatan untuk kebutuhan injeksi puncak produksi Banyuurip sebesar 165 ribu barel per hari (bph) di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam.
Warga menganggap, tender proyek waduk itu penuh rekayasa karena tidak transparan. Sebab PT Rekind – HK tidak memberikan alasan secara jelas gagalnya dua kontrak lokal ring 1 Banyuurip dalam tender tersebut.
“Kalau PT Rekind tidak segera menyelesaikan masalah ini, maka kami akan mendatangkan massa lebih besar untuk menutup total akses road dan menghentikan semua aktivitas proyek EPC-5,” tegas salah seorang warga Desa Bonorejo, Pujianto, Senin (28/1/2013).
Pujianto mengungkapkan, meski lokasi waduk buatan itu berada di Desa Mojodelik, namun pintu utama masuk lokasi proyek waduk tersebut adalah Desa Bonorejo.
“Saya menilai Rekind seakan pakai ilmu pokok’e. Jadi, saya juga pakai ilmmu pkok’e. Pokok’e untuk semua kendaraan milik Rikind tidak boleh masuk lokasi EPC-5,” ancam pria bertubuh subur ini.
“Saya tidak demo, Mas. Tapi mengembalikan mobil milik Rekind tidak boleh melewati jalan Desa Bonorejo saja,” imbuhnya.
Seorang warga lainnya, Ramin, menambahkan, jika kontraktor lokal ring 1 Banyuurip tidak dilibatkan dalam proyek waduk itu, maka proyek EPC-5 dipastikan tidak akan berjalan lancar.
“Jangan harap proyek ini bisa berjalan. Kami akan menutup total aktivitas proyek EPC-5 sampai ada penyelesaian yang jelas,†sambung Ramin.
Jika ancaman warga Bonorejo jadi dilakukan, bukan tidak mungkin proyek EPC-1 Banyuurip akan terkena imbasnya. Sebab railway crossing (akses road) itu merupakan jalan utama keluar masuk logistik proyek Banyuurip.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekira sepuluh warga melakukan sweeping pekerja EPC-5 Banyuurip, Senin (28/1/2013) siang tadi. Mereka juga melakukan penghadangan mobil proyek milik Rekind – HK yang melintas di akses road tepatnya di Dusun Puduk (Sukorejo), lokasi jalan desa yang rencananya akan dibangun jalan peralihan.(sam)