SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro– Â Bulog Subdivre III Bojonegoro, Jawa Timur memastikan stok beras aman hingga setahun kedepan. Sekarang ini jumlah beras di Gudang Bulog Subdivre III Bojonegoro mencapai 70 ribu ton sehingga dipastikan bisa memenuhi kebutuhan raskin (Beras Miskin) sampai akhir 2013 nanti.
Kepala Bulog Sub Divre Bojonegoro, Awaluddin Iqbal, mengatakan, jika stok beras dijamin aman hingga tahun 2014. Bahkan, karena stok beras melimpah Bulog Sub Divre III Bojonegoro diperintahkan untuk mengirim keluar Jawa seperti ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Selatan (Sumsel), Sumatera Barat (Sumbar), dan Riau.
“Tujuannya agar stok pangan secara nasional bisa merata,†ujar Awaluddin kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (1/2/2013).
Untuk saat ini, Bulog Subdivre III Bojonegoro yang membawahi tiga kabupaten yakni Bojonegoro, Tuban dan Lamongan, membeli beras dari para kontraktor dan Gapoktan. Dalam sehari, rata-rata pembelian Bulog bisa mencapai 200 ton beras. Dan harga beli beras dengan harga yang sesui dengan HPP yang berlaku, yakni sebesar Rp 6.600 per kilogram dan Rp 4.200 untuk gabah kering giling (GKG) per kilogram.
Untuk diketahui, dalam tingkat nasional, produksi beras Bojonegoro menjadi andalan kebutuhan Nasional untuk raskin. Pasalnya selama ini Bojonegoro memang menjadi lumbung beras nasional.
Sementara itu,untuk kebutuhan pangan di Bojonegoro setiap tahunnya membutuhkan beras kurang lebih 136.880 ton beras. Sedangkan, ketersediaan produksi pangan mencapai 397.302 ton.
Kepala Kantor Ketahanan Pangan Bojonegoro, Agus Hariyana, mengkakulasi kebutuhan akan pangan dan ketersediaan pangan dalam setiap tahunnya di Bojonegoro masih surplus hingga mencapai 260.451 ton.
“Itu bisa di hitung dari hasil produksi beras dukurangi dengan kebutuhan beras dalam setiap tahunnya,†ujarnya. (rien)