SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Sebagian pertokoan disepanjang jalur Bojonegoro-Padangan yang tergusur proyek pelebaran jalan berpindah tempat. Mereka memindahkan tokonya dari selatan jalan ke lahan sebelah utara jalan milik desa yang menghubungkan provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah.
Seperti yang terlihat di Desa Mojosari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mulai dari Desa Mojosari hingga Pumpungan, Kecamatan Kalitidu tampak sejumlah pertokoan mulai berjejar dibangun disebalah utara jalan. Baik pertokoan yang menggunakan kayu maupun permanen (tembok).
“Dari yang dulu dibongkar pindah kesini, ada satu bulanan yang lalu,” kata salah seorang warga setempat, Suti.
Dia menuturkan, dipindahkannya sejumlah pertokoan yang dulu dibongkar tersebut karena adanya kesepakatan antara warga dengan pemerintah desa (pemdes) Mojosari. Sejumlah perwakilan melakukan penawaran agar lahan dipinggiran jalan diutara lokasi proyek pelebaran tersebut disewakan.
“Sudah disepakati tetapi kabarnya akan ada pertemuan lagi terkait harganya. Kalau sekarang saya bayar Rp.300 ribu per bulan,” ucapnya.
Suti mengatakan, sewa lahan itu diprioritaskan bagi warga Mojosari. Utamanya yang kios dan pertokoannya terkena proyek pelebaran jalan. Â Pemilik toko mengaku lebih merasa nyaman dengan status lahan tersebut.
“Kalau yang dulu kan tanah negara, tapi kalau sekarang ini milik desa sendiri,” ungkapnya.Â
Untuk diketahui, pelebaran jalan itu dimulai dari pintu masuk wilayah Bojonegoro bagian barat yakni Kecamatan Baurno hingga Padangan. Pelebaran jalan itu dilakukan Perusahaan Perumahan (PP), salah satu perusahaan milik Negara (BUMN). (roz)