SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sekitar 40 pelajar melakukan aksi unjuk rasa menuntut pembentukan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) di Tuban, Jawa Timur. Mereka menilai Tuban sudah saatnya mempunyai lembaga yang khusus menangani permasalahan narkotika, mengingat mulai banyaknya kasus kenakalan remaja yang berawal dari penyalahgunaan obat terlarang,  Senin (4/2/2013).
Dalam aksinya di bundaran patung Letda Sucipto di depan gedung DPRD Tuban itu, para pelajar dari Kota Tuwak ini melakukan orasi secara bergantian. Tak lama kemudian membentangkan sejumlah poster tuntutan untuk pembentukan lembaga tersebut.
“Kami minta agar Pemkab dan DPRD Tuban membentuk BNK secepatnya,†ujar Yanu, salah satu peserta dalam orasinya.
Puas berorasi sambil menyebarkan selebaran kepada pengguna jalan, pelajar langsung menuju gedung DPRD Tuban. Di halaman gedung Dewan, pelajar melakukan aksi teatrikal sebagai penggambaran berbahayanya narkoba apabila sampai masuk pada pergaulan remaja, termasuk di Tuban.
“Apakah ini yang kalian inginkan Bapak Dewan? Remaja di Tuban menjadi korban dari narkoba,†teriak salah satu pelajar seolah menggambarkan aksi teatrikal.
Mereka minta kepada DPRD Tuban, agar memenuhi janji yang pernah dilontarkan kepada pelajar saat menemui beberapa waktu lalu. Mereka akan mengusahakan BNK segera terbentuk di Tuban. Tapi hingga saat ini mereka menganggap belum ada langkah pasti untuk mewujudkan tuntutan mereka.
Menemui massa yang tengah beraksi, Wakil Ketua Komisi C DPRD Tuban, Muhammad Musa, mengatakan, pihaknya sangat mendukung gerakan yang dilakukan puluhan pelajar ini. Meski begitu, dalam realisasinya anggota dewan hanya berwenang untuk mendorong ataupun menyetujui pembentukan BNK di Tuban.
“Kami sangat mendukung dan menyetujui gerakan ini, tapi itu semua butuh proses. Karena yang mempunyai kewenangan adalah pemerintah, †ujar Musa saat menemui massa aksi.
Usai mendapat jawaban, puluhan pelajar yang tergabung dalam Pusat Pelajar Respek Sosial (PUSPRES) ini membubarkan diri dengan tertib. Sebelumnya, mereka mengancam akan kembali melakukan aksi apabila tuntutan mereka tidak terpenuhi. (edp)