SuaraBanyuurip.com – Eky Nur Hadi
Bojonegoro – Sekira seratus lebih siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 2 Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar aksi penolakan perayaan hari kasih sayang atau valentine day yang biasa dirayakan tanggal 14 Pebruari mendatang, Sabtu (09/02/2013).
Dalam akisnya mereka melakukan longmarch Bundaran Adipura di Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro kemudian menyusuri Jalan Diponegoro menuju ke Kantor DPRD dan diakhiri di Kantor Pemkab Bojonegoro. Massa juga membentangkan poster dan spanduk sambil meneriakkan penolakan terhadap perayaan hari valentin.
“Tolak, tolak, dan tolak Valentine,” seru ratusan siswa SMP Muhammdiyah 2 Bojonegoro saat aksi longmarch menuju kantor DPRD Bojonegoro.
Salah satu siswa SMP Muhammadiyah Kelas VII, Fitriyani, dalam orasinya menyatakan, perayaan valentine day merupakan persoalan sangat vital bagi remaja karena sudah salah kaprah mengasumsi hari kasih sayang tersebut.
“Selama ini disalah artikan sebagai hari kasih sayang antara remaja putra dan putri yang bukan muhrimnya,” tandasnya.
Ia menilai, hal itu merupakan awal perilaku yang kurang baik terhadap perkembangan anak muda dan remaja. “Valentine Day tidak bersumber pada ajaran agama Islam,†tegasnya lantang.
Dalam aksinya ini ratusan siswa juga menyampaikan seruan kepada para remaja serta anak muda agar menghindari seks bebas dan narkoba yang berkedok valentine day. Juga menuntut tindakan tegas terhadap pemakai dan pengedar narkoba,  serta adili para pezina seadil-adilnya. (had)