SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Tak segera turunnya harga daging sapi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menjadikan para penjual bakso di wilayah ini mulai menjerit. Apalagi merangkaknya harga untuk bahan fital dagangannya mereka terjadi sejak sepekan terakhir.
Sebelumnya harga daging sapi di pasaran berkisar Rp60.000 hingga Rp65.000 per Kg, namun sejak seminggu ini merangkak naik tak terkontrol. Kini harga yang sebelumnya menjadi Rp80.000 hingga Rp90.000 per Kg.
Karto (55), pedagang bakso di Jalan Basuki Rahmat, Bojonegoro mengatakan, mahalnya harga daging sapi ini membuat penghasilannya berkurang, kalau sebelumnya ia bisa memperoleh 90% dari awal modalnya, kini dia hanya memperoleh 20% sampai 30% saja.
“Bisa balik modal sudah bagus, Mas,”ujarnya saat ditemui SuaraBanyuurip.com, Sabtu (09/02/2013).
Hal senada juga disampaikan, Sofyan (25), penjual bakso yang keliling di Kecamatan Kanor. Dia juga mengeluhkan mahalnya harga daging sapi di pasaran.
“Sekarang serba susah, jika dagingnya saya ganti dengan daging lain, pembeli tidak mau,” keluhnya.
Dijelaskan, jika pentol baksonya yang digunakan daging sapi, dia tidak memperoleh untung. Kalau pentolnya menggunakan daging ayam pelanggannya banyak yang menolak.
Ia berharap daging sapi segera normal kembali, agar penjualannya tidak merugi. (had)