SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Banjir di Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur semakin meluas. Ribuan rumah dan puluhan ruas jalan tergenang air sehingga menjadikan aktifitas warga tidak bisa berjalan normal.
Banjir itu disebabkan tingginya intensitas hujan selama dua hari kemarin, Rabu-Kamis (3-4/1/2015), yang mengguyur Kota Wingko dari sore hingga malam hari. Sehingga menyebabkan genangan air dimana-mana.
Menurut Koordinator Posko Banjir Kelurahan Babat Siti Aminah, akibat derasnya curah hujan tersebut wilayah yang sebelumnya masih belum terjangkau banjir kini ikut kebanjiran. Dia mencatat, saat ini terdapat 1.754 rumah dan 1283 meter jalan, dan 34 ruas jalan lingkungan terendam banjir.
“Ketinggian air mencapai 60-70 centi meter,” kata Siti Aminah kepada suarabanyuurip.com, Kamis (5/2/2015).
Pihak Kelurahan Babat terus melakukan pemantauan dan pendataan melalui petugas kelurahan yang diterjunkan di lapangan dan laporan ketua RT.
Sementara bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan telah turun sore kemarin, Rabu (4/2/2015). Bantuan yang diberikan berupa beras dan paket sembako diturunkan dipendopo Kelurahan Babat.
“Untuk beras jumlahnya 600 sak sarung. Masing-masing karung berisi 15 kg. Sedang paket sembako berisi beras, kecap, mie instan dan sebagainya,” papar Siti Aminah yang juga Sekretaris kelurahan (Seklur) Babat.
Lurah Babat, Nur Wachit menambahkan, bantuan dari BPBD tersebut langsung akan di distribusikan ke 45 Ketua RT yang kemudian dibagikan ke setiap Kepala Keluarga (KK).
“Untuk bantuan beras, jatahnya satu sak karung untuk 7 hari. Jika banjir belum surut pihak kelurahan akan kembali mengajukan bantuan ke BPBD,” sambung Wachit.
Banjir di wilayah Babat ini terjadi setiap tahun. Ditengarai banjir ini akibat buruknya drainase (saluran air) yang ada di Kelurahan Babat.
“Pemkab tidak pernah serius menangani pembangunan drainase sehingga banjir tahunan selalu menjadi langganan,” kata salah satu warga Jalan Gotong Royong, Abidin.
Warga Jalan Kartini, Fauzan mengatakan, jika setiap hari turun hujan dipastikan Babat akan tenggelam karena berada di dataran rendah sedang pembuangan air ke hulu bengawan tidak maksimal.
Namun versi pihak kelurahan, semakin parah banjir di wilayah Babat ini karena mendapat kiriman air dari wilayah selatan yaitu Karangkembang, Puncakwangi dan Gajah (Boureno).(tok)