SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Perampasan kamera dan intimidasi terhadap dua wartawan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur oleh oknum TNI mendapat kecaman Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro. Apalagi tindakan itu terjadi di Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2013.Â
“Secara tegas AJI Bojonegoro mengutuk kejadian tersebut, apalagi saat mereka melakukan tugas peliputan,†kata Ketau AJI Bojonegoro, Sujatmiko kepada SuaraBanyuurip.com disela acara peringatan (HPN) Jum’at malam.Â
Dua wartawan yang menjadi korban intimidasi oknum TNI itu adalah Safuwan, Wartawan Televisi Lokal B-One dan Hanafi, Wartawan online seputartuban.com. Keduanya menjadi korban saat mengambil gambar kericuhan konser Band Last Child di Lapangan Kompi Senapan C-521, Sabtu (9/2/2013).
“Jika melihat kronologis kejadiannya, hal itu sangat tidak dibenarkan,” ucap pria yang juga Wartawan media nasional Tempo itu.
Karena itu, AJI Bojonegoro mendesak agar pihak yang berwenang segera mengusut tuntas kejadian tersebut.
“Khususnya kepada pihak kepolisisan agar segera mengambil sikap, ” tegas Djatmiko, sapaan akrabnya.(roz)