SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Keberhasilan HIPPAM Tirta Mas mengelola Weslic menorehkan prestasi tingkat Jatim. Kelompok pengelola air bersih itu pun kebanjiran tamu dari dalam dan luar negeri.
Lamongan – Dengan omeset pengelolaan WESLIC sebesar Rp 1447 juta setiap tahunnya, HIPPAM Tirta, Desa Geger, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mengembangkankannya untuk kegiatan produktif. Mulai tahun 2013 ini sebagian dananya dimanfaatkan program kambing bagi warga miskin di desa tersebut.
Sekarang ini, bantuan kambing yang digulirkan HIPPAM Tirta Mas sebanyak 18 ekor. Belasan kambing itu dibeli dengan harga Rp20 juta.
“Kambing tersebut dipelihara warga prasejahtera,†ungkap Kepala Desa Geger, Bambang Soepriyadi kepada suarabanyuurip.com.
Dalam program kambing ini, pemelihara kambing mendapat upah dari hasil penjualan dengan komposisinya 65 : 35. Artinya, 65 persen untuk pemelihara dan 35 persen untuk HIPPAM. Selain itu dari dana HIPPAM Tirta Mas juga dimanfaatkan untuk membantu pengadaan pipa irigasi bagi 3 kelompok tani yang ada di desa setempat dengan masing-masing kelompok memperoleh bantuan Rp5 juta.
Disamping itu, HIPPAM Tirta Mas juga menelurkan program pemberian pinjaman kepada warga yang tidak memiliki fasilitas mandi cuci kakus (MCK). Bentuk bantuan adalah pembangunan fisik yang diangsur sesuai kemampuan warga tanpa bunga. “Sengaja kita berikan dalam bentuk fisik karena dikuatirkan jika diberikan uang akan habis untuk kebutuhan lainnnya,†cetus pria yang sudah dua periode menjadi petinggi desa Geger ini.
Bahkan untuk meningkatkan manajemen pengelolaan WESLIC, HIPPAM Tirta Mas juga membentuk tim pengawas yang beranggotakan 3 orang yang terdiri perangkat desa dan tokoh masyarakat. Yaitu Saiko, Abdul Kholik dan M. Sidik. Dibentuknya tim pengawas ini agar HIPPAM bisa dikelola lebih profesional.
“Tahun ini HIPPAM juga menyisihkan 10 persen dari keuntungan bersih untuk pembangunan desa,†papar Bambang.
Dalam pengelolaan bantuan itu, HIPPAM Tirta Emas menyisakan dana aman sebesar Rp80 juta untuk kebutuhan tak terduga untuk perawatan peralatan HIPPAM.
Dengan pengelolaan yang dilakukan HIPPAM Tirta Mas itu kebutuhan air bersih warga Geger dapat tercukupi. Bahkan HIPPAM Tirta Mas meraih penghargaan Terbaik di tingkat Jawa Timur dan sering menjadi jujugan study banding baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Dalam catatan Bambang, dari dalam negeri yang pernah melakukan study banding di HIPPAM Tirta Mas adalah PDAM Jawa Barat, Asosiasi PDAM Jawa Timur. Sedang dari luar negeri yang pernah bertandang yaitu Negara Jerman, Australia dan baru akhir tahun 2012 lalu yaitu dari Timur leste.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pemerintahan Desa (Pemdes) Lamongan, Nalikan, mengaku, sangat kagum dengan keberhasilan Desa Geger dalam mengelola Proyek WESLIC hingga menjadi usaha desa dengan omzet ratusan juta rupiah.
“Hendaknya semua desa di Lamongan bisa menteladani keberhasilan yang terwujud didesa Geger. Tidak hanya berupa pengelolaan air bersih, potensi apapun yang ada didesa bisa dikembangkan maksimal sehingga menjadi aset desa untuk kontribusi pembangunan desa dan mendukung kesejahteraan masyarakat,†harap Nalikan. (tok)