Cetak Siswa Terampil dan Berahklak Mulia

adv SMK Babat

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-SMK PGRI Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur  tidak sebatas memberikan skill ketrampilan kepada anak didik. Bekal budi pekerti dan imtak (iman dan Takwa) juga diterapkan. Perpaduan konsep inilah yang mampu melahirkan lulusan yang siap kerja ber akhlak mulia.

Tak mengherankan jika sekolah swasta   yang beralamat di Jalan Bulaksari, Kecamatan Babat, dalam segi kwalitas pendidikan mampu bersaing dengan sekolah negeri. Keunggulan yang menonjol yaitu para pengajar merupakan guru senior yang mengajar diberbagai SMK Negeri di Kabupaten Lamongan dan Tuban. Selain itu ditunjang dengan sarana prasarana maupun peralatan praktek yang cukup lengkap dan memadai.

Dalam kepemimpinan Kepala Sekolah (Kasek) M.Nurul Hilal, eksistensi SMK PGRI Babat lebih diperhitungkan. Selama 4 tahun menjabat kasek, Hilal mampu meningkatkan pembangunan sarana prasarana sekolah.

“ Kedisiplinan, skill dan ketakwaan anak menjadi prioritas SMK PGRI Babat sejak dipimpin Pak Hilal. Ini yang menjadikan sekolah ini semakin unggul dan mampu berkompetensi dengan sekolah lain, “ kata Wakil Kepala Sekolah (Waka) Kesiswaan SMK PGRI Babat, Abdullah Ismail di damping Waka Sarana Prasarana (Saspras), Kuncoro kepada SuaraBanyuurip.com jumat (13/9/2013).

Baca Juga :   Cita-cita Jadi Penulis Sejak SD, Yuzita Nurfitriani Kini Terbitkan 3 Buku Fiksi

Pendidikan budi pekerti dimulai dari hal yang sederhana. Yaitu setiap siswa masuk kedalam gerbang sekolah terlebih dulu bersalaman dengan takjim kepada bapak ibu guru yang sudah datang lebih awal. Begitu pula saat pulang sekolah.

Sebelum pulang sekolah, para siswa juga diajak sholat dhuhur berjamah. Kasek Hilal yang setiap hari menjadi iman sholat. Setelah sholat, para siswa juga diberikan tausiah pencerahan kepada para siswa, guru dan para staf SMK PGRI Babat. Image anak SMK yang suka kekerasan hingga tawuran pun tidak ada lagi pada pelajar SMK PGRI Babat.

“ Tidak ada  hukuman fisik lagi. Kami melakukan pendekatan dari hati kehati kepada anak yang punya masalah. Hubungan orang tua murid dengan sekolah juga sangat dekat, “ kata Kuncoro yang juga guru Bimbingan Konseling (BK).

Selain itu, Guru BK tidak segan-segan untuk visit home kerumah siswa  yang tidak masuk tanpa alasan. Hubungan dan komunikasi dengan orang tua dan wali murid terjalin satu arah hingga pihak sekolah dan orang tua bisa saling membina anak.

Baca Juga :   Teguh Susanto, Pengendali Ular Asal Desa Ring 1 Blok Cepu

Di sekolah kejuruan dengan tiga program kejuruan yaitu Teknik Pemesinan (TPM), Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Komputer dan Jaringan para pelajar juga diberikan ketrampilan tambahan sesuai dengan bakat minat dalam beberapa kegiatan estrakurikuler (eskul). Diantaranya yaitu sepakbola, bola volly, pecinta alam dan bela diri.

Kegiatan eskul Sepakbola  itu dibina langsung oleh Ismail.  Tak terhitung prestasi bergengsi direbut kesebelasan SMK PGRI Babat. Dalam setiap turnamen baik tingkat Kabupaten maupun Karisidenan Bojonegoro, kesebelasan SMK PGRI Babat selalu meraih juara I dan II. Prestasi terakhir kesebalasan SMK Babat adalah meraih juara II pertandingan Sepakbola antar pelajar sekarisidenan Bojonegoro pada Juli 2013 lalu.

“Banyak alumni SMK PGRI Babat yang gabung diekskul sepakbola menjadi angggota TNI dan Polri. Bahkan banyak pula yang kemudian direkut klub sepakbola nasional,” tutur Ismail yang juga guru DPK (guru PNS yang diperbantukan di sekolah swasta ) in bangga. (Adv/ Tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *