Jelang Valentine Kuwalahan Terima Pesanan

SuaraBanyuurip.comEky Nur Hadi

Bojonegoro – Puluhan bola lampu warna-warni terlihat tergeletak di halaman rumah yang berukuran tak luas di Jalan Dokter Cipto, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Bentuk bola lampu itu beraneka ragam boneka dan dijajar dibawah terik matahari.

Disamping bola lampu warna-warni itu tampak seorang perempuan muda sibuk melaburi bola-bola lampu yang berada didekatnya dengan lem. Dengan telaten wanita berambut lurus sebahu tersebut meratakan lem. Agar benang warna-warni yang digulungkan ke bola lampu oleh beberapa pemuda yang berada disampingnya itu tak gampang pudar.

Wanita itu adalah Sugiarti (35), perajin Love Lamp atau Lampu Cinta. Beberapa hari terakhir ini kesibukan wanita berkulit langsat itu meningkat. Sebab dia memperoleh banyak pesanan untuk membuatkan love lamp.

”Alhamdulillah pesanan lumayan banyak, mas,” kata Sugiarti kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (9/2/2013).

Namun pemesan love lamp ini lebih banyak dari luar daerah Bojonegoro. Sebab lampu cinta belum begitu dikenal masyarakat Bojonegoro karena kerajinan itu lebih populer di daerah Jogjakarta. Karena itulah, wanita yang biasa disapa Gita itu mempromosikannya melalui dunia maya.

Baca Juga :   Pandu Subiyanto, Selalu Belajar dari Kehidupan

”Tapi ada juga yang datang langsung kerumah untuk memesan,” sergah Gita sambil sibuk melabui bola lampu dengan lem.

Gita mengaku, ide membuat love lamp itu muncul ketika dirinya bermain di rumah kerabatnya yang berada di Jogjakarta. Disuatu tempat ia menemui sebuah toko yang menjual lampu bola. Kemudian dia membeli dan mencoba membuat lampu cinta di Bojonegoro.

“Ternyata teman-teman banyak yang tertarik,”  ucap dia.

Sebab selain bisa digunakan untuk penerangan didalam kamar, Lampu cinta itu banyak diminati menjelang datangnya hari kasih sayang atau yang dikenal dengan sebutan hari Valentine, yang akan jatuh 14 Februari mendatang. Karena itulah beberapa hari terakhir ini Gita banyak kebanjiran order membuat Love Lamp.

“Banyak yang sudah pesan 1 minggu lalu,” tutur Gita.

Dalam sahari, Gita mengaku bisa menjual 10 sampai 15 buah lampu cinta.  
Sampai saat ini dirinya sudah menerima beberapa pesanan, baik dari lokal kota Bojonegoro maupun luar Bojonegoro.

“Yang paling jauh, dari Cisarua, Surabaya dan Madiun,” cetusnya.

Baca Juga :   Iswatun Perajin Batik Ringintunggal, Terus Berinovasi dan Perluas Pasar

Meski banyak memperoleh order, Gita mengaku kesulitan mencari balon-balon berukuran sedang yang akan digunakan untuk mencetak Love Lamp. Sebab rata-rata balon yang ada dipasaran hanya berukuran kecil dan besar.

“Saya harus mencari sampai Madiun,” ungkapnya.

Menurut Dita, proses pembuatan love lamp cukup mudah dan terhitung cepat. Karena hanya menggulungan benang ke balon, lalu di poles dengan lem basah dan dijemur.

“1 jam satu buah lampu sudah jadi,” ucap dia menerangkan. (had)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *