Genangan Air di Proyek Kampung Tunel Dikuras

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Pasca ambrolnya tembok proyek kampung tunnel yang digunakan untuk mengalihkan aliran air, Minggu (10/2/2013) malam kemarin, ditindaklanjuti dengan cepat oleh PT Jaya Makmur (Jamu). Sub kontraktor PT Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek Engineering Procuremen and Construktion (EPC)-1 Banyyuurip, Blok Cepu, itu langsung melakukan penyedotan air menggenangi lokasi proyek tersebut.

Dari pantauan dilokasi proyek kampung tunnel, di Dukuh Sukorejo (puduk), Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (11/2/2013), terlihat beberapa pekerja berseragm lengkap dengan safety mengoperasikan dua mesin pompa penyedot air untuk menyedot air yang menggenangi lokasi proyek. Air itu disedot dan dibuang diarea persawahan yang kosong yang berada tak jauh dari proyek kampong tunnel.

Warga Dukuh Puduk, Desa Bonorejo, Jody, mengatakan, pengurasan air di Proyek Kampung Tunel itu dilakukan PT Jamu mulai pagi. Hal itu dilakukan karena air yang menggenangi lokasi proyek tersebut mandeg lantaran tidak ada saluran air.

“Airnya disedot kemudian dibuang kesebelahnya dilahan yang masih kosong, Mas. Jika air tidak dibuang maka proyek tidak akan bisa berjalan,” kata Jodi kepada suarabanyuurip.com, Senin (11/2/2013).

Baca Juga :   Tim Penggerak PKK Tuban Nilai Lomba Green & Clean di Socorejo

Menurut Jody, tembok yang jebol itu berfungsi untuk mengalihkan alirkan air kesawah warga yang ada dibawah proyek Kampung Tunnel. Namun karena saluran air yang ada sekarang ini masih kurang besar sehingga jika hujan lebat membuat tembok tersebut ambrol karena tidak mampu menahan derasnya aliran air.

“Drainase air itu juga permintaan warga untuk dimanfaat mengairi sawah warga yang dibawahnya. Sebab jika ditembok total dan dialirkan ke arah utara semua, maka sawah warga yang dibawahnya akan terjadi kekurangan air,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, hubungan masyarakat (humas) PT Jamu, Bintoro, melalui BlackBerry Messenger, Senin (11/2/2013), pengurasan air itu hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *