Puluhan Tahun Jalan di Wilayah Modo Dibiarkan Rusak

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Dari 27 kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kondisi infratruktur jalan di wilayah Kecamatan Modo yang paling memprihatinkan. Tak ada satu pun jalan yang memiliki kondisi layak, baik itu jalan lingkungan, jalan desa maupun poros desa.

Rusaknya jalan di wilayah Modo ini sudah terjadi bertahun-tahun. Panjang total jalan di wilayah tersebut mencapai sekira 50 kilo meter lebih yang tersebar di 15 desa. Kondisi itu membuat masyarakat di wilayah Podo apatis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan dapat memujudkan jalan mulus diwilayah mereka.

Rusaknya jalan di wilah itu dibenarkan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Modo, Sulmanan. Dia mengungkapkan, jalan poros di wilayah Podo belum banyak tersentuh pembangunan. Kalaupun ada yang dibangun dengan rabat beton, kata dia, kondisi badan jalan terkelupas dan kerowok.

Kondisi itu, lanjut Salmanan, diperparah dengan datangnya musim hujan seperti ini. Jalan menjadi lincin dan penuh kubangan air sehingga membahayakan pengguna jalan.

“Waktu pak bupati berkunjung ke Modo seminggu lalu, pak camat menyampaikan jika kecamatan Modo kondisi jalannya paling buruk di Kabupaten Lamongan,” kata Sulmanan.

Baca Juga :   Harga Tertinggi Tanah Doble Track Rp199 Ribu

Dikonfirmasi terpisah, Camat Modo, Sahabudin, mengaku, sudah berusaha maksimal agar pembangunan infrastruktur jalan di wilayhnya bisa tertangani. Selain memaksimalkan berbagai bantuan dari Pemkab maupun dari proyek nasional, Sahabudin juga menggalang swadaya masyarakat.

“Dalam berbagai kesempatan saya selalu berpesan kepada warga untuk membantu swadaya pembangunan jalan. Namun saya hanya bisa menghimbau, kalau warga swadayanya sulit, saya tidak bisa memaksa, “ papar Sahabudin pasrah.

Beberapa warga yang ditemui SuaraBanyuurip.com mengaku sudah pegel ati dengan buruknya kondisi jalan yang rusak parah.

“Sudah gonta ganti bupati, jalannya masih seperti jaman majapahit (rusak parah).  Masak bantu jalan nggak bisa, lha dana pembangunan  itu untuk apa ?,” timpal Sarib warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Modo.(tok)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *